Monday, May 17, 2010

TA'ZIYAH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Menurut pengertian terminologi ilmu fiqih, kata "Ta'ziyah" didefinisikan dengan beragam redaksi yang substansinya tidak begitu berbeda dari makna kamusnya.

Menurut Imam Nawawi Rahimahullah, ta'ziyah adalah memotivasi orang yang sedang tertimpa musibah agar bisa lebih bersabar, dan menghiburnya supaya bisa melupakan musibah tersebut dan meringankan tekanan kesedihan dari himpitan musibah yang menimpanya.

Hukumnya:
Menurut Ibnu Qudamah adalah Sunnah.

Hikmahnya:
  • Meringankan beban musibah yang diderita oleh orang yang dilayat
  • Memotivasi untuk terus bersabar menghadapi musibah, dan berharap pahala dari Allah Ta'ala
  • Memotivasi untuk ridha dengan ketentuan atau qadar Allah Ta'ala, dan menyerahkannya kepada Allah
  • Mendo'akan agar musibah tersebut diganti oleh Allah dengan sesuatu yang lebih baik.
  • Melarangnya dari berbuat Niyahah (meratap), memukul, atau merobek pakaian, dan lain sebagainya akibat kesedihan mendalam atas musibah yang menimpanya.
  • Mendo'akan mayit dengan kebaikan
  • Adanya pahala bagi orang yang berta'ziyah

Hukumnya:
Menurut Jumhur diperbolehkan sebelum dan sesudah mayit dikebumikan.

Jangka waktunya
Menurut jumhur Makruh, bila di lakukan lebih dari tiga hari, hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW: Dari Hafshah r.a. atau dari 'Aisyah r.a. atau dari kedua-duanya, katanya Nabi SAW bersabda: "Tidak halal bagi wanita yang beriman kepada Allah dan hari kiamat atau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya berkabung karena kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali karena kematian suaminya (boleh empat bulan sepuluh hari)." (Shahih Muslim III/No.1435)

Menurut sebagian ulama madzhab Syafi'i dan Hambali tak ada pembatasan waktu. Sebab menurut mereka bahwa tujuan ta'ziyah adalah mendo'akan, memotivasi agar seseorang bersabar dan tidak bersedh melampaui batas seperti meratap dan lain seumpama itu.

Wallaahualam bisshawab.

APA YANG DI UCAPKAN KETIKA TA'ZIYAH ?
Menurut Ibnu Qudamah; "Sepanjang yang kami ketahui, tidak ada ucapan tertentu yang khusus dalam ta'ziyah. Namun Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassallam pernah melayat seseorang dan mengucapkan, " Rahimakallahu wa ajaraka." yang bermakna "Semoga Allah merahmatimu, dan memberimu pahala." (HR.Tirmidzi, 4/60)

Bila yang meninggal adalah seorang muslim, sedang kita berta'ziyah kepada keluarganya yang non-muslim maka do'anya adalah: "Semoga Allah memberimu pelipur lara yang baik, dan semoga Dia mengampuni si mayit."

Bila yang meninggal adalah seorang non-muslim, sedang kita berta'ziyah kepada keluarganya yang muslim maka do'anya adalah: "Semoga Allah menggantinya buatmu, dan semoga tidak mengurangi jumlahnya."

UCAPAN KELUARGA YANG MENDAPAT TA'ZIAH
"Istajaballahu du'a 'aka warahimaana wa iyaka" atau "Semoga Allah mengabulkan do'amu. Dan semoga Dia mengasihi kita, juga kamu." (Al-Mughni 3/487)


0 komentar:

Post a Comment