Friday, September 3, 2010

QONA'AH DAN BERSYUKUR


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dalam Hadits Qudsi, Allah Ta'ala berfirman: “Barang siapa sudi menerima bagian yang telah AKU berikan untuknya (Qonaah & bersyukur) maka, Rezekinya AKU beri "keberkahan” dan harta benda duniawi pun memaksa diri untuk mendatanginya walaupun ia tidak menginginkannya."
Marilah kita contoh Nabiullah Sulaiman AS yang dikarunia Allah menjadi manusia sangat kaya raya yang tidak ada tolok bandingnya. Allah SWT telah mengabulkan doa-doanya untuk menjadi manusia terkaya di muka bumi, dan sepeninggalnya tidak akan pernah ada satu manusia pun yang memiliki kekayaan sebanyak dirinya.
Dengan seluruh kekayaan dan segala kelebihan yang dimilikinya yang merupakan karunia Allah Ta'ala; yaitu kemampuan untuk memerintah golongan jin dan binatang; mampu berbahasa binatang; mampu menundukkan angin; dan mampu mengendarai awan, namun beliau AS tidak pernah berhenti mensyukuri segala nikmat yang di karuniakan Allah padanya.

Dalam Surat An-Naml [27] ayat 40, Allah berfirman tentang Nabi Sulaiman yang artinya adalah:

قَالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرّاً عِندَهُ قَالَ هَذَا مِن فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ
"Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni'mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."

يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاءُ مِن مَّحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَّاسِيَاتٍ اعْمَلُوا
آلَ دَاوُودَ شُكْراً وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
"Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih." (QS Saba' [34]:13)

Dalam Hadits Qudsi Allah SWT berfirman:
“Hai anak Adam! Rezeki, adalah Rezeki-KU, Puji, syukur hanya untuk diriKU, sedangkan manfa’atnya kembali kepadamu. Mengapa kamu tidak mau bersyukur kepada-KU atas segala ni’mat yang AKU berikan padamu? “ Hai anak Adam! Sampai kapan kamu mengumpulkan harta dunia, padahal ia bakal Fana’. Dan kamu hancurkan akhirat, padahal ia adalah Kekal.

Renungkanlah Firman-firman Allah berikut ini:

Karena Rahmat dan kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya, Allah Azza wa Jalla telah menggilirkan Siang dan malam menurut orbitnya yang teratur, di mana dengan adanya pergantian siang dan malam, manusia dapat mencari rizki pada siang hari dan beristrirahat pada malam harinya.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS Ibrahim [14]: 7)

وَلَقَدْ مَكَّنَّاكُمْ فِي الأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَايِشَ قَلِيلاً مَّا تَشْكُرُونَ
"Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur."
(QS Al-A'raf [7]:10)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُواْ لِلّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukur-lah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah." (QS Al-Baqarah [2]: 172)

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلاَّ بِإِذْنِ الله كِتَاباً مُّؤَجَّلاً وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا
وَمَن يُرِدْ ثَوَابَ الآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ
"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (QS Ali-Imran [3]: 145)

Firman AllahSWT:

وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (QS Al-Qashash [28]:73)
Pernahkah kita merenungkan apa jadinya dunia yang kita tempati ini seandainya tidak ada rotasi bumi dan planet lainnya? Mampukah kita bertahan hidup? Jawabannya adalah: TIDAK!
Selama milyaran tahun, bumi berputar melalui porosnya mengeliling matahari sedangkan bulan berotasi mengelilingi bumi yang dengannya kita bisa menghitung hari dan menetapkan tanggal. Pada siang hari di bagian bumi yang menghadap matahari, maka di bagian bumi yang lain, terjadi malam, sehingga seluruh daratan bumi memperoleh matahari dan bila matahari terbenam, kita akan dapat menikmati keindahan bulan yang secara perlahan berubah dari bentuk sabit sehingga menjadi purnama yang indah gilang gemilang.
  • Sekiranya bumi, bulan, matahari, dan seluruh planet yang ada di alam semesta ini berhenti berputar (tidak berotasi), dapat dipastikan bahwa belahan bumi yang terkena sinar matahari, atau terjadinya siang yang berkepanjangan (tanpa adanya malam) itu, akan megalami kenaikan suhu udara yang ekstrim. Sehari berlalu panasnya sudah di atas suhu normal. 2-3 hari kemudian hutan-hutan pun mulai terbakar dan dalam tempo seminggu saja, kemungkinan besar air laut mulai mendidih, begitu juga dengan darah yang mengalir disekujur tubuh manusia ikut menggelegak dan pada saat seperti, maka tidak ada satu makhluk-pun yang mampu bertahan hidup!
Begitu juga kondisi yang terjadi pada bagian bumi yang sama sekali tidak terkena cahaya matahari, atau terjadi malam terus menerus (tanpa adanya siang), suhu udara semakin lama akan menjadi semakin dingin, bahkan segera membeku. Seminggu kemudian air laut dan semua cairan yang ada di belahan bumi itu menjadi beku. Mungkin manusia masih bisa berlindung di dalam rumah atau goa untuk beberapa lama, tapi apa yg terjadi kalau suhu udara di luar sudah mencapai titik minus (-) 1000 derajat DI BAWAH NOL? Masih mungkinkah ada makhluk yg mampu bertahan hidup?

Firman Allah SWT dlm Surat An-Nahl, ayat 12:

وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالْنَّهَارَ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالْنُّجُومُ مُسَخَّرَاتٌ بِأَمْرِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
"Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),"

Subhanallah!
Walhamdulillah wa ilaha illallah Allahu Akbar, lahaula wala quwata ila billahil'aliyul adziim.

Alhamdulillah, segala puja dan puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Robbul ‘Alamin.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassallam beserta keluarga, istri, para shahabatnya serta pengikut mereka dalam kebajikan hingga datangnya hari pembalasan nanti.

إِنّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِي ماً
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, ber-Shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah Salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab [33]:5)

0 komentar:

Post a Comment