Saturday, July 31, 2010

CINTA DAN MAHABBATULLAH - 2

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH SWT

Allah Subhannahu wa Ta’ala mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al-Ma’idah: 54, yang artinya: “Maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.”



Cinta Dan Mencintai Allah

Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta’ala :
  • Attawabun (orang-orang yang ber-taubat),
  • Al-Mutathahhirun (yang suka bersuci),
  • Al-Muttaqun (yang bertaqwa),
  • Al-Muhsinun (yang suka berbuat baik)
  • Shabirun (yang penyabar),
  • Al-Mutawakkilun (yang bertawakal kepada Allah)
  • Al-Muqsithun (yang berbuat adil).
  • Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh.
  • Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin.
  • Orang yang menampakkan izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir.
  • Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.
  • Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah.
  • Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah wajib.

SEBAB-SEBAB UNTUK MENDAPATKAN CINTA ALLAH Subhannahu wa Ta’ala
  • Membaca Al-Qur’an dengan memikirkan dan memahami maknanya.
  • Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah yang wajib.
  • Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik de-ngan lisan, hati maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan.
  • Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala daripada dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya.
  • Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.
  • Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.
  • Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
  • Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur’an , merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
  • Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah dari para ulama dan da’i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembicaraan yang baik.
  • Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala .
(Disadur dari kalimat mutanawwi’ah fi abwab mutafarriqah karya Muhammad bin Ibrahim
Al-Hamd oleh Abu Muhammad ).

Artikel sebelumnya [1]

0 komentar:

Post a Comment