CINTA DAN MAHABBATULLAH - 2

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

ORANG-ORANG YANG DICINTAI ALLAH SWT

Allah Subhannahu wa Ta’ala mencintai dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Al-Ma’idah: 54, yang artinya: “Maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.”



Cinta Dan Mencintai Allah

Mereka yang dicintai Allah Subhannahu wa Ta’ala :
  • Attawabun (orang-orang yang ber-taubat),
  • Al-Mutathahhirun (yang suka bersuci),
  • Al-Muttaqun (yang bertaqwa),
  • Al-Muhsinun (yang suka berbuat baik)
  • Shabirun (yang penyabar),
  • Al-Mutawakkilun (yang bertawakal kepada Allah)
  • Al-Muqsithun (yang berbuat adil).
  • Orang-orang yang berperang di jalan Allah dalam satu barisan seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh.
  • Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin.
  • Orang yang menampakkan izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir.
  • Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.
  • Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah.
  • Orang yang berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah wajib.

SEBAB-SEBAB UNTUK MENDAPATKAN CINTA ALLAH Subhannahu wa Ta’ala
  • Membaca Al-Qur’an dengan memikirkan dan memahami maknanya.
  • Berusaha mendekatkan diri kepada Allah Subhannahu wa Ta’ala dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah yang wajib.
  • Selalu mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala , baik de-ngan lisan, hati maupun dengan anggota badan dalam setiap keadaan.
  • Lebih mengutamakan untuk mencintai Allah Subhannahu wa Ta’ala daripada dirinya ketika hawa nafsunya menguasai dirinya.
  • Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.
  • Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.
  • Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
  • Beribadah kepada Allah pada waktu sepertiga malam terakhir (di saat Allah turun ke langit dunia) untuk bermunajat kepadaNya, membaca Al-Qur’an , merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam beribadah di hadapan Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat.
  • Duduk dengan orang-orang yang memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah dari para ulama dan da’i, mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali pembicaraan yang baik.
  • Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang menghalangi hati dari mengingat Allah Subhannahu wa Ta’ala .
(Disadur dari kalimat mutanawwi’ah fi abwab mutafarriqah karya Muhammad bin Ibrahim
Al-Hamd oleh Abu Muhammad ).

Artikel sebelumnya [1]

Saya hanya insan fakir yang sadar bahwa pada hakekatnya hidup ini hanya kesenangan semu. Di hari tua seperti sekarang ini, saya ingin agar sisa hidup ini menjadi lebih punya arti, dan melalui media ini berharap semoga dapat sekedar berbagi dengan sesama insan pencari ridha Allah Subhanahu Wata'ala. Semoga bermanfaat!

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
0 Komentar

Adab (3) Akhlaq (4) Al Qur'an (23) Al-Ghazali (3) Allah (1) Anak Yatim (1) Aqidah (24) Artikel Pilihan (14) Bid'ah (3) Buku (1) Bulughul Maram (6) Do'a (1) Dosa (4) Dzikir (4) Fiqih (5) Forum (2) Hadits (22) Haji (13) Hikmah (21) Ikhsan (1) Ilmu (2) Imam Ghazali (1) Iman (11) Info (1) Jihad (4) Kajian (1) Keluarga (2) Khutbah Jum'at (1) Kisah Sufi (4) Kitab (6) Kontak (1) Ma'rifatullah (8) Makhluk Ghaib (1) Manhaj (6) Mati (9) Muhammad SAW (22) Muharram (1) Munafik (1) Nabi dan Rasul (7) Perkawinan (5) Puasa (18) Qurban (2) Referensi (2) Renungan (26) Sabar (1) Selingan (3) Shahabat (11) Shalat (27) Sufi (3) Sunnah (8) Surga (2) Syafaat (2) Syaitan (6) Tanya-Jawab (3) Taqdir (2) Tasawuf (5) Taubat (19) Tauhid (16) Tausyiah (6) Tazkiyatun Nufus (20) Tokoh (19) Ulama (1) Ulama Hadits (2) Umrah (2) Uncategorized (2) Wanita (16) Wudhu’ (5)