Friday, July 23, 2010

KEJUJURAN SANG IMAM

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Selepas sholat subuh, Imam Hanafi bersiap membuka tokonya, di pusat kota kufah. Diperiksanya dengan cermat pakaian dan kain yang akan dijual. Sewaktu menemukan pakaian yang cacat, ia segera menyisihkannya dan meletakkannya di tempat yang terbuka, denan maksud supaya kalau ada pelanggan yang akan membeli, ia dapat memperlihatkannya.

Ketika hari mulai siang, banyak pengunjung yang datang ke tokonya untuk membeli barang dagangannya. Tapi, ada juga yang hanya memilih-milih saja.

“Mari silakan, dilihat dulu barangnya. Mungkin ada yang disukai,” tawar Imam Hanafi tersenyum ramah.

Seorang pengunjung tertarik pada pakaian yang tergantung di pojok kiri.
“Bolehkah aku melihat pakaian itu?” tanya perempuan itu. Imam Hanafi segera mengambilkannya.

“Berapa harganya?” tanyanya sambil memandangi pakaian itu.
Imam Hanafi menjawab: "Pakaian ini memang bagus. Tapi, ada sedikit cacat di bagian lengannya.” Imam Hanafi kemudian memperlihatkan cacat yang hampir tak tampak pada pakaian itu.

“Sayang sekali.”.. perempuan itu tampak kecewa. “Kenapa Tuan menjual pakaian yang ada cacatnya?”

“Kain ini sangat bagus dan sedang digemari. Walaupun demikian karena ada cacat sedikit harus saya perlihatkan. Untuk itu saya menjualnya separuh harga saja.”
“Aku tak jadi membelinya. Akan kucari yang lain,”kata perempuan itu.

“Tidak apa-apa, terima kasih,” sahut Imam Hanafi tetap tersenyum.
Dalam hati, perempuan itu memuji kejujuran pedagang itu. Tidak banyak pedagang sejujur dia. Mereka sering menyembunyikan kecacatan barang dagangannya.

Sementara itu ada seorang perempuan tua, sejak tadi memperhatikan sebuah baju di rak. Berulang-ulang dipegangnya baju itu. Lalu diletakkan kembali.

Imam Hanafi lalu menghampirinya. “Silakan bu, baju itu bahannya halus sekali. Harganya pun tak begitu mahal.”

“Memang, saya pun sangat menyukainya.” Perempuan itu meletakkan baju di rak. Wajahnya kelihatan sedih. “Tapi saya tidak mampu membelinya. Saya ini orang miskin,” katanya lagi.

Imam Hanafi merasa iba. "Orang itu begitu menyukai baju ini," gumam nya di dalam hati.

"Karena ibu menyukainya, maka saya akan menghadiahkannya untuk ibu,” kata Imam Hanafi.

“Benarkah? Apa tuan tidak akan rugi?”

“Alhamdulillah, Allah sudah memberi saya rezeki yang lebih.”
Lalu, Imam Hanafi membungkus baju itu dan memberikannya pada perempuan tua tersebut.
“Terima kasih, Anda sungguh dermawan. Semoga Allah memberkahi.”
Tak henti-hentinya orang miskin itu berterima kasih.

Menjelang tengah hari, Imam Hanafi bersiap akan mengajar.

  • Selain berdagang, ia mempunyai majelis pengajian yang selalu ramai dipenuhi orang-orang yang menuntut ilmu. Ia lalu menitipkan tokonya pada seorang sahabatnya sesama pedagang.
Sebelum pergi, Imam Hanafi berpesan pada sahabatnya agar mengingatkan pada pembeli kain yang ada cacatnya itu. “Perlihatkan pada pembeli bahwa pakaian ini ada cacat di bagian lengannya. Berikan separo harga saja,” kata Imam Hanafi.

Sahabatnya mengangguk. Kemudian Imam Hanafi pun berangkat ke majelis pengajian.
Sesudah hari gelap ia baru kembali ke tokonya.

“Hanafi, hari ini cukup banyak yang mengunjungi tokomu. O, iya! Pakaian yang itu juga sudah dibeli orang,” kata sahabatnya menunjuk tempat pakaian yang ada cacatnya.

“Apa kau perlihatkan kalau pada bagian lengannya ada sedikit cacat?” tanya Hanafi.
“Masya Allah aku lupa memberitahunya. Pakaian itu sudah dibelinya dengan harga penuh!”. sahabatnya tampak sangat menyesal.

Hanafi menanyakan ciri-ciri orang yang membeli pakaian itu dan setelah memperoleh keterangan dari sahabatnya itu, ia pun bergegas mencari sang pembeli kain yang cacat itu untuk mengembalikan sebagian uangnya. “Ya Allah! Aku sudah menzhaliminya,” ucap Imam Hanafi.

Sampai larut malam, Imam Hanafi mencari orang itu kesana-kemari. Tapi tak berhasil ditemui.
Imam Hanafi amat sedih..... Di pinggir jalan, tampak olehnya seorang pengemis tua dan miskin sedang duduk seorang diri. Tanpa berpikir panjang lagi, ia sedekahkan uang penjualan pakaian yang sedikit cacat itu semuanya. “Kuniatkan sedekah ini dan pahalanya untuk orang yang membeli pakaian bercacat itu,” ucap Imam Hanafi.

Ia merasa tidak berhak terhadap uang hasil penjualan pakaian itu. Imam Hanafi berjanji tidak akan menitipkan lagi tokonya pada orang lain.

Keesokan harinya Imam Hanafi kedatangan utusan seorang pejabat pemerintah. Pejabat itu memberikan hadiah uang sebanyak 10.000 dirham sebagai tanda terima kasih.

Rupanya sang ayah merasa bangga anaknya bisa berguru pada Imam Hanafi di majelis pengajiannya. Imam Hanafi menyimpan uang sebanyak itu disudut rumahnya. Ia tidak pernah menggunakan uang itu untuk keperluannya atau
menyedekahkannya sedikitpun pada fakir miskin. Seorang tetangganya merasa aneh melihat hadiah uang itu masih utuh. “Kenapa Anda tidak memakainya atau menyedekahkannya?” tanyanya. “Tidak, Aku khawatir uang itu adalah uang haram,” kata Imam Hanafi.

Barulah tetangganya mengerti kenapa Imam Hanafi berbuat begitu. Uang itu pun tetap tersimpan disudut rumahnya. Setelah beliau wafat, hadiah uang tersebut dikembalikan lagi kepada yang memberinya.

2 komentar:

wahyudin hotib said...

Jual bongkahan batu bacan asli dari ternate,barang udah tembus cahaya dan keras dan padat semua tidak ada yang luntur ,mudah di bentuk ,kami menjual bacan doko super kristal dan palamea

Bongkahan Batu Bacan Asli Ternate

Doko
Super Keristal
Palamea

1 Ons Rp 500 Ribu
5 Ons Rp 1 Juta 350 Ribu
1 Kg Rp 2 Juta 500 Ribu

Melayani Pembelian Per Kilo Dan Per Ons Untuk Bongkahan
Kita Juga Melayani Pembelian Luar Daerah Dan Luar Kota
Bagi Pecinta Bacan Yang Minat Silahkan Langsung

INBOX PIN BB :57A30EA0
MELAYANI PEGIRIMAN LUAR DAERAH
VIA PEGIRIMAN TIKI / JNE

wahyudin hotib said...

Jual bongkahan batu bacan asli dari ternate,barang udah tembus cahaya dan keras dan padat semua tidak ada yang luntur ,mudah di bentuk ,kami menjual bacan doko super kristal dan palamea

Bongkahan Batu Bacan Asli Ternate

Doko
Super Keristal
Palamea

1 Ons Rp 500 Ribu
5 Ons Rp 1 Juta 350 Ribu
1 Kg Rp 2 Juta 500 Ribu

Melayani Pembelian Per Kilo Dan Per Ons Untuk Bongkahan
Kita Juga Melayani Pembelian Luar Daerah Dan Luar Kota
Bagi Pecinta Bacan Yang Minat Silahkan Langsung

INBOX PIN BB :57A30EA0
MELAYANI PEGIRIMAN LUAR DAERAH
VIA PEGIRIMAN TIKI / JNE

Post a Comment