Friday, July 16, 2010

TENTANG DOSA - II


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla, Tuhan seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan-Nya kepada junjungan kita, baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam beserta ahlul bait-nya, para shahabat Salaffus Shalih, para tabi'in, tabi'ut tabi'in serta seluruh umat Islam yang setia dan menegakkan ajaran-risalah beliau hingga akhir zaman.


Firman Allah SWT:

فَكُلّاً أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِباً وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
"Maka masing-masing ( mereka itu ) kami siksa disebabkan dosanya, maka diantara mereka ada yang kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang di timpa suara keras yang mengguntur , dan diantara mereka kami benamkan kedalam bumi dan diantara mereka ada yang kami tenggelamkan dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri ". (QS.Al Ankabut:40)

Penjelasan

Sebagaimana orang senang berbuat kebajikan karena dorongan untuk memperoleh pahala dan balasan serta bertaubat positif dalam diri orang tersebut. Demikian pula berbuat dosa, terdapat beberapa sebab kenapa orang muslim itu, yang seharusnya menjauhi dosa, ternyata terjerumus dalam lumpur dosa.

Pertama, karena dia lupa kepada Allah SWT sehingga tidak terdapat penghalang dalam dirinya untuk terdorong melakukan perbuatan dosa demi meraih kesenangan sesaat. Maka dari itu, kalau dia sadar Allah SWT memperhatikannya, niscaya dia akan malu melakukannya karena merasa diperhatikan Allah SWT. Itulah sebab kenapa orang cenderung bersembunyi ketika melakukan maksiat. Allah SWT mengingatkan, jangan lupa kepada Allah SWT, nanti kamu dihukum terhadap dirimu sendiri...


وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنسَاهُمْ أَنفُسَهُمْ أُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik".
(QS.Al-Hasyr [59]:19).

Kedua, dia lupa bahwa Allah SWT yang telah mengkaruniai segala sesuatu kepadanya diaman seharusnya dia berterima kasih melalui ketaatan-ketaatan yang dilakukan untuk-Nya, ternyata justru ditinggalkan bahkan tidak jarang malah melanggar larangan-Nya.

Hal itu seperti pernah disebutkan oleh Nabi Zakaria kepada Bani Israil ; Bagaimana kalau kalian mempunyai budak atau pegawai yang kalian penuhi segala kebutuhannya ternyata dia menyeleweng dan bekerja untuk orang lain. Tentu hal itu tidak wajar dan tidak pantas serta layak diskors atau dihukum.

Nikmat yang diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya tidak terhitung banyaknya...


وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
"Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung ni'mat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (ni'mat Allah)". (QS.Ibrahim [14]:34).

Ketiga, dia lupa kalau Allah SWT itu selain Maha Pengasih juga keras siksaan-Nya.
Banyak orang-orang yang gemar berbuat dosa atau si pendosa ketika diingatkan agar berhenti dari maksiatnya serta merta di menjawab dengan ayat-ayat: Allah SWT itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang...., namun begitu, dia masih saja terus bermaksiat-ria.


اعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ وَأَنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS.Al Maidah [5]:98).


Keempat, bahwa setiap perbuatan manusia ada catatan yang ditulis oleh malaikat sebagai bukti seluruh perbuatan manusia baik buruknya, sebagaimana Firman Allah:

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌمَا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
" yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir". (QS Qof [50]:17-18)

Tidak ada satupun perbuatan kita yang terlepas dari perhatian mereka. Bahkan dihari akhirat kelak sekuruh anggota tubuhnya akan bersaksi ; lidah, tangan, kaki dll (QS Annur:4). Kalau orang merasa bahwa dia telah dijasai, diperhatikan dan bahkan dihadapkan kepada ancaman, niscaya dia akan berhati-hati ntuk tidak terjerumus kedalam kubangan dosa yang berakibat sangat fatal didunia dan apalagi di akhirat. Selanjutnya kita akan berbicara mengenai macam-macam dosa dan akibat buruk yang akan ditimbulkannya
Baca seri artikel [1] [2] [3]

0 komentar:

Post a Comment