Sunday, March 6, 2011

MUHAMMAD SAW - RAHMAT SEMESTA ALAM

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

MUHAMMAD RASULULLAH
Manusia Biasa yang Luar Biasa!


Seandainya MUHAMMAD bukan Rasul, niscaya beliau merupakan sosok manusia luhur yang setingkat dengan Rasul. Andaikata kepadanya Tuhan tidak berfirman:

“Hai Rasul! Sampaikanlah apa yang diwahyukan padamu”,

maka pastilah dia dapatkan perintah dari dirinya sendiri. Kiranya perintah itu begini bunyinya:

“Hai Manusia! Sampaikan apa yang bergetar dalam batinmu!”.

Perintah itu timbul karena kedewasaan dan keagungan insan manusia bernama ‘MUHAMMAD’ itu telah melampaui batas zat. Tak mungkin bisa dibendung. Bahkan tidak terikat waktu dan tempat kedewasaan dan keagungan MUHAMMAD itu.

Keagungan pribadi MUHAMMAD itu pulalah yang menyebabkan kaum mu’minin ta’at dan setia padanya dan lawan-lawannya kagum terhadap keagungan pribadi beliau yang tiada tara.

Telah empat belas abad waktu berlalu. Namun keagungan figur MUHAMMAD senantiasa bersinar gemilang, semarak harum mewangi. Selalu merangsang semangat dan akal budi manusia sepanjang zaman. Keagungan itu, pertama-tama terutama berasal dari pribadi MUHAMMAD sendiri sebagai manusia. Hasil proses pembinaan dirinya, semangat-nya, dan akal budinya , dibawah naungan dan bimbingan Allah SWT yang menjadi Guru Yang Maha Agung baginya, Guru Agung yang telah membentuk keperibadiannya.

Keagungan MUHAMMAD juga tercermin dari sikap hidup yang telah dipilihnya dalam menghadapi alam, manusia dan kehidupan. Keagungan yang melampaui batas pemujaan orang muncul, ketika MUHAMMAD sebagai pribadi manusia cemerlang bertemu dengan MUHAMMAD sebagai rasul.

Kenapa kita hadapkan sisi manusiawi dengan kerasulan MUHAMMAD?
Bukankah rasul itu manusia? Memang, rasul itu manusia juga.

Saya menampilkan sosok manusianya saja karena topik dalam pembicaraan ini hanya menekankan tentang watak manusia semata. Watak manusia dimana MUHAMMAD dan semua orang terlibat di dalamnya. Dan pribadi MUHAMMAD telah berhasil melampaui pencapaian (achievement) manusia lainnya.

Dengan segala aksi dan reaksinya, dengan segala kesederhanaan dan kewajarannya,…dan watak manusiawi ini membikin saya senang dan kagum luar biasa. Karena ia jenis saya serta bagian dari saya. Dari sanalah saya bakal dapat keyakinan diri. Kemanusian telah dianugerahi kehormatanbesar karena telah mampu melahirkan sosok tauladan (role model) budi luhur yang begitu agung.
Dengan mengungkapkan suri tauladannya yang telah dipraktekkannya dengan agung yakni berupa aspek-aspek kemanusiaan MUHAMMAD yang teramat gemilang itu,-SHALAWAT dan SALAM ALLAH--untuk beliau, telah memantulkan sinar terang sehingga tampaklah keindahan yang terpendam, kandungan hikmah yang selama ini masih rahasia.
Karena itu, tekad saya pun muncul untuk menyelusuri jejak kehidupannya. Pembicaraan ini hanya menampilkan hadits-hadits dan tingkah-laku MUHAMMAD, sehubungan dengan masalah yang ingin ditekankan yakni segi kemanusiannya. Dengan demikian diharapkan dapat menggambarkan kewajaran perangai dan kecenderungan Akhlak MUHAMMAD,. sosok seorang manusia yang penuh dengan cinta kasih yang murni tanpa pamrih.
Sanubarinya yang peka tidak pernah luput memperhatikan dambaan dan dukacita orang lain. Keluh kesah selalu ditanggapinya, dan orang-orang yang memerlukan bantuan selalu ditolongnya, diberi santunan dan diperhatikan secara pribadi. Kami melihat seorang manusia yang telah menyurati semua kaisar dan raja-raja dunia, meminta agar mereka membuang keangkuhan….! Mendengar dengan seksama dan senang hati kata-kata seorang Badui kelana. Mengindahkan seorang pengembara yang datang dengan kaki telanjang dan berucap: “Berlaku adil-lah hai MUHAMMAD! Harta itu bukan milikmu dan bukan pula milik bapakmu!”.
Kami menyaksikan seorang yang ibadatnya khusyuk. Yang dengan hati senang dan bukan karena mendambakan mahkota kerajaan ataupun kekayaan dunia, lama berdiri dalam shalatnya dalam shalatnya membaca surah-surah panjang. Namun beliau segera melepaskan kebahagiaannya yang besar itu, dengan mempercepat shalatnya hanya karena mendengar tangisan bayi yang menunggu sang ibu yang ikut shalat berjama’ah bersama beliau. Karena kasih beliau pada bayi yang menangis memanggil sang ibu!

Kami melihat seorang manusia yang telah disakiti, diusir, dan diperangi oleh musuh-musuhnya yang hina. Musuh-musuh buas yang telah menghina, merobek perut dan mengunyah-ngunyah jantung pamannya Hamzah yang syahid itu. Namun kepada musuh-musuhnya yang sudah takluk dan berbaris tertunduk malu dihadapannya, dia berkata: “Pergilah! Kalian bebas dari segala tuntutan!”.

Seorang manusia yang kalbunya bergetar melihat hewan memikul beban lebih dari kemampuan! Seorang yang memerah sendiri susu kambingnya, menisik sendiri robekan bajunya dan menjahit sendiri terompahnya., padahal pada saat bersamaan, dunia timur dan barat sudah berada dalam genggaman tangannya!

Seorang yang dalam pidatonya di depan umat pernah bersabda:
“Siapa yang merasa punggungnya pernah aku sakiti, inilah punggung-ku siap dituntut balas!”.

MUHAMMAD, ‘alaihi’sh-shalatu wassalam.

Dengan nama yang begitu mulia, jutaan bibir setiap hari mengucapkan namanya, jutaan jantung setiap saat berdenyut, berulang kali. Bibir dan jantung yang bergerak dan berdenyut sejak seribu empat ratus tigapuluh tahun. Dengan nama yang begitu mulia, berjuta bibir akan terus bershalawat & salam untuknya, berjuta jantung akan terus berdenyut, sampai akhir zaman.
Pada setiap hari di kala fajar menyingsing, lingkaran-lingkaran putih di ufuk sana mulai nampak hendak menghalau kegelapan malam, ketika itu seorang muazzin bangkit, berseru kepada setiap makhluk insani, bahwa bangun untuk Shalat berkhidmat pada Tuhan-nya sungguh lebih baik daripada terus tidur. Ia mengajak mereka bersujud kepada Allah, membaca shalawat serta salam buat Rasulullah.
Seruan ini disambut oleh ribuan, oleh jutaan umat manusia dari segenap penjuru bumi, menyemarakkannya dengan salat menyambut pahala dan rahmat Allah bersamaan dengan terbitnya hari baru. Dan bila hari siang, mataharipun berangkat pulang, kini muazzin bangkit menyerukan orang bersembahyang lohor, lalu salat asar, magrib, isya. Pada setiap kali dalam sembahyang ini mereka menyebut MUHAMMAD, hamba Allah, Nabi dan Rasul-Nya itu, dengan penuh permohonan, penuh kerendahan hati dan syahdu. Dan selama mereka dalam rangkaian sembahyang lima waktu itu, bergetar jantung mereka menyebut asma Allah dan menyebut nama Rasulullah.

Begitulah mereka, dan akan terus begitulah mereka, setelah Allah memperlihatkan agama yang sebenarnya ini dan melimpahkan nikmat-Nya kepada seluruh umat manusia.

MUHAMMAD Saw., sungguh pribadinya bagai permata kemilau yang teramat indah.
  • Dia akan selalu mempesona siapa pun yang melihat dan mengenalnya.
  • Beliau bagaikan samudera ilmu tiada bertepi, yang akan memuaskan siapa saja yang menyelaminya.
  • Dia bagaikan sumber mata air bening nan sejuk, yang akan memuaskan dahaga lahir-batin siapa pun yang merindukan kebaikan dan kemuliaan.
  • Rasulullah saw bagaikan cahaya yang terang benderang menyisir kegelapan, memperjelas setiap langkah menuju keselamatan. Beliau juga memperjelas jalan mana yang bisa membinasakan, agar kita bisa menghindar dari kehancuran.
  • Dialah pemilik pribadi agung yang keutamaan dan kemuliannya tidak pernah lekang ditelan zaman dan takkan aus dimakan waktu.
  • Beliau saw., sangat dicintai oleh para sahabatnya para salafus shalih yang selalu setia menemani perjuangan beliau semasa hidupnya, beliau dicintai oleh para Tabi’in, dicintai oleh para Tabi’ut Tabi’in, dan bahkan setelah 14 abad lebih sepeninggalnya, beliau masih tetap sangat dicintai oleh 1.4 milyar umatnya yang masih hidup dimasa ini, umat yang sama sekali belum pernah memandang wajahnya, belum pernah mendengar suaranya walau hanya sekali pun, namun ummat inilah ummat yang sangat dirindukan beliau saw, dengan sebutan sebagai kekasihnya, umat yang setia memegang teguh ajarannya dan yang kelak di yaumil akhir, umat yang dapat beliau kenali dari kemilau cahaya yang memancar dari bekas-bekas wudhu' para pengikutnya.
Di bumi ini, tidak ada satu manusia pun, baik itu seorang Nabi, Kaisar, Raja, Amir, atau Guru Besar, yang setelah 1400 tahun lebih berlalu, semua nasihat dan ajarannya masih tetap di taati dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh para pengikutnya dan namanya pun selalu dibisikkan oleh 1,4 milyar manusia di dalam shalat dan shalawatnya…, Kecuali hanya kepada seorang insan kamil, seorang RASUL Utusan ALLAH yang terakhir di muka bumi, seorang hamba Allah yang ummi, yang rendah hati - dan meskipun dunia barat dan timur sudah berada dalam genggaman tangannya - seorang kepala keluarga yang selalu hidup dalam kekurangan, namun jiwanya penuh dengan pancaran rahmat.

Ya, benar! Dialah MUHAMMAD Saw.,
Seorang manusia biasa, yang sangat Luar Biasa!
SUBHANALLAH!


Sungguh, kami telah melihat bentuk dan corak manusia yang lengkap. Lebih indah, lebih taqwa dan bahkan lebih agung dari apa yang bisa dicapai oleh seorang manusia.

Ma’syiral Muslimin rahimakumullah,
Sungguh, setiap insan sangat mendambakan hidup penuh kebahagiaan, kemuliaan, kehormatan serta sukses di dunia dan akhirat. Namun kenyataannya seringkali tidak sesuai dengan harapan. Padahal, hidup di dunia ini hanya sekali dan belum tentu lama.

Untuk itu kita harus segera menemukan kunci yang dapat membuka kunci karunia rahmat idaman kita. Kunci itu adalah pribadi Rasulullah MUHAMMAD Saw; ‘qudwah hasanah’ contoh terbaik dalam kehidupan.


Hal itu sesuai dengan firman Allah SWT dalam al-Qur’an surat al-Ahzab ayat 21, yang artinya:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan dia banyak menyebut-nyebut nama Allah”
.


Oleh karena itu, jika kita bersungguh-sungguh mengamalkan segala sikap dan perilaku yang ada pada diri Rasulullah Saw, insya Allah, kita akan mendapat keuntungan yang dapat segera dirasakan manfaatnya.

Keuntungan mengamalkan akhlak Rasul diantaranya adalah sebagai berikut:

Hidup Menjadi Lebih Mudah dan Indah
  • Meniru dalam konteks meneladani, akan jauh lebih mudah daripada mengarang atau menciptakan sendiri. Meniru kebaikan bukanlah suatu hal yang tercela. Bahkan, meniru sikap, adab dan akhlaq Rasulullah adalah merupakan ibadah dan akan menuai pahala, membuat hidup menjadi lebih mudah dan indah karena segala sesuatunya sudah di contohkan oleh Rasulullah sendiri. Bilamana kita memperoleh pemandu yang selalu bisa kita andalkan, maka sesulit apapun perjalanan melewati hutan belantara, semuanya akan terasa mudah dan insya Allah kita akan sampai di tempat tujuan dengan lebih cepat dan selamat.
Hidup Menjadi Lebih Mulia dan Terhormat
  • Dengan meneladani akhlak perilaku Nabi MUHAMMAD saw yang begitu tinggi dan mulia, secara tidak langsung - baik sadar maupun tidak- jelas ini semua akan mengangkat martabat, kehormatan, serta kemulian bagi siapa pun yang menirunya.
Sebagaimana pujian Allah Swt kepada MUHAMMAD Saw., dalam firman-Nya;

وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (QS al-Qalam[68]: 4)

Hidup Lebih Disukai dan Disayangi Orang lain.
  • Pribadi Rasulullah adalah prbadi yang sangat menyenangkan dan penuh manfaat bagi orang banyak. Dengan begitu, jika kita mencontohnya, secara tidak langsung, pribadi kita pun akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan bermanfaat. Tentu saja hal itu akan menimbulkan rasa simpati, hormat, dan kasihsayang dari orang lain, yang pada gilirannya akan membuahkan kualitas hidup menjadi lebih indah dan mengesankan.
Hidup akan Lebih Berprestasi.
  • Seperti kita ketahui bersama bahwa Rasulullah sangat menjaga mutu dari segala jenis prilaku ke tingkat akhlaqul karimah, dengan konsep yang sederhana namun jelas, perencanaan yang matang, sikap yang professional, dan etos kerja yang prima. Hasilnya pun terbukti dan teruji kekokohannya hingga saat ini. Dan bila kita mampu mengaplikasi seluruh akhlak MUHAMMAD saw., maka insya Allah kemampuan berkarya dan berprestasi kita akan semakin melejit, potensi diri akan berkembang maksimal, aneka masalah akan terkemas menjadi sesuatu yang bernilai tambah bagi kemajuan.
Akan Dicintai Allah dan Insya Allah Masuk Surga.
  • Termasuk janji Allah yan Mahaagung, untuk mencintai siapa pun yang mencintai kekasih-Nya. Dan, orang yang paling beruntung adalah orang yang dicintai oleh Allah; Penguasa alam semesta ini. Sesungguhnya, seseorang itu akan bersama orang yang dicintainya.
Dalam hadits (mutaffaq ‘alayh) dikatakan, seseorang bertanya kepada Rasulullah saw, “Kapan tibanya hari kiamat, Wahai Rasulullah?” Alih-alih menjawab, Rasulullah balik bertanya:

“Apakah yang telah kamu persiapkan untuknya?"

Orang itu balas menjawab: “Aku tidak banyak mempersiapkan shalat, zakat,puasa, dan sedekah untuk itu, tetapi aku sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya”. Rasulullah kemudian menjawab,

”Kamu bersama siapa yang kamu cintai”.


Wahai para pembaca budiman!
Marilah kita serukan puja puji, serta membaca dengan seksama dan penuh arti.

Anda kini kami ajak mengembara bersama seorang manusia teladan, seorang rasul Allah yang dimuliakan di bumi dan di langit. Mudah-mudahan, berkat syafa’at beliau, Allah Azza wa Jalla meningkatkan nilai hidup kita semua.

Dan Semoga shalawat dan salam selalu di limpahkan-Nya bagi junjungan kita Rasulullah SAW beserta ahlul baitnya, para sahabatnya, para tabi’in, tabi’ut tabi’in, serta seluruh umat Islam yang taat pada risalahnya hingga di akhir zaman.
Amin Yaa Arhamarrahimiin.


إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya". (QS al-Ahzab [33]:56)



**
Dipetik dari buku berjudul NABI MUHAMMAD JUGA MANUSIA (dengan penambahan seperlunya) karya: Khalid Muhammad Khalid.

**
Tulisan ini merupakan mukadimah dari 19 tulisan lain yang kami turunkan berdasarkan pokok bahasannya masing-masing. Untuk memudahkan anda, artikel selanjutnya dapat juga diikuti melalui nomor-nomor urut di bawah ini:

[1] . [2] . [3] . [4] . [5] . [6] . [7] . [8] . [9] . [10] . [11] . [12] . [13] . [14] . [15] . [16] . [17] . [18] . [19]

Baca juga Hakikat Mencintai Rasulullah di sini dan Kisah Penciptaan Muhammad di sini


0 komentar:

Post a Comment