KEUTAMAAN DZIKIR KEPADA ALLAH SWT - 2


الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ اللهِ بِسْمِ
(2)

Bersabda Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam:
  • “Barangsiapa yang ingin tinggal di taman-taman surga, maka hendaklah ia memperbanyak dzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla”.
Ditanyakan kepada Rasulullah Saw.: “Amalan apakah yang paling utama?”
Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam menjawab:

“Bahwa engkau meninggal dunia sementara lidahmu basah karena zikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla”.
Bersabda Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam:
  • “Laluilah waktu pagi dan sore dalam keadaan lisan Anda selalu basah karena menyebut nama Allah (berdzikir kepada Allah), niscaya Anda melalui waktu pagi dan sore itu tanpa ada dosa pada diri Anda. ~ Berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada waktu pagi dan petang, adalah lebih utama”.
Bersabda Nabi Saw.:
  • “Sesungguhnya berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla pada waktu pagi dan petang adalah lebih utama daripada menebaskan pedang di jalan Allah (fi sabili’llah), dan daripada memberikan harta karena kedermawanan”.
Bersabda Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam :
“Berfirman Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi:
  • “Apabila hamba-Ku mengingati-Ku dalam dirinya, niscaya AKU mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam kumpulan orang banyak (majelis), niscaya AKU menyebutkan dia dalam kumpulan yang lebih baik daripada kumpulannya (majelis malaikat). Apabila ia mendekat kepada-Ku sejengkal, AKU mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-KU sehasta, niscaya AKU mendekat kepadanya sedepa. Dan apabila ia berjalan mendatangi-Ku, maka AKU datangi ia dengan berlari”. [Yang dimaksud dengan “berlari” itu, ialah “bersegera memperkenankan doanya”.
Bersabda NabiShallallahu 'alaihi wassalam :
  • “Tujuh kelompok orang akan dinaungi oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam naungan-Nya, di hari yang tidak ada naungan, selain dari naungan Allah (Padang Masyhar). Dan, diantara yang tujuh itu, ialah orang-orang yang berdzikir kepada Allah pada tempat yang sepi. Lalu berlinanganlah air matanya karena takut kepada Allah”. (¹)
Berkata Abu’d- Darda’: “Bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam :-
  • “Maukah aku beritahukan kepadamu amalan yang lebih baik dan lebih suci di sisi Tuhanmu, yang lebih tinggi di antara derajatmu dan lebih baik bagimu daripada pemberian uang dan emas; serta lebih baik bagimu daripada menghadapi musuhmu, lalu kamu menebas lehernya dan mereka pun menebas lehermu?”
Para sahabat itu menjawab: “Apakah itu, ya Rasulullah?”
Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam menjawab:-
  • “ Berkekalan mengingati (berdzikir) kepada Allah ‘Azza wa Jalla”. (²)
Bersabda Nabi Shallallahu 'alaihi wassalam :

“Berfirman Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi:
  • “Barangsiapa menghabiskan waktunya (disibukkan) dengan berdzikir kepada-Ku, sehingga lupa meminta sesuatu kepada-Ku, niscaya AKU akan memberinya sesuatu yang lebih utama, daripada apa yang AKU berikan kepada orang-orang yang meminta”. (³)
Adapun dari atsar: Maka berkata Al-Fudhayl:
“Telah sampai kepada kami riwayat, bahwa Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:-
  • “Wahai hamba-KU! Berdzikirlah kepada-Ku sesaat sesudah Shubuh, dan sesaat sesudah ‘Ashar, niscaya AKU cukupkan keperluanmu di antara dua waktu itu!”
Berkata setengah ulama:-
“Bahwa Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
  • “Kapan pun AKU memperhatikan hati seorang hamba, laluAKU mendapati sebagian besarnya berpegang teguh dengan mengingati Aku (berzikir), dimana Aku memegang kendali kebijakannya, menjadi teman duduknya, teman bicaranya, dan kekasihnya”.
Berkata Al-Hasan r.a.:- “Dzikir itu dua:
  • berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla diantara diri Anda serta – yang lebih bagus, lebih besar pahalanya, dan yang lebih utama dari itu,-- ialah
  • zikir kepada Allah SWT. Ketika menghadapi sesuatu yang diharamkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla”.
Diriwayatkan “bahwa setiap nyawa keluar dari dunia itu dalam keadaan haus, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla”.

Berkata Mu’az bin Jabal r.a.:
  • “Tiadalah sesuatu yang membawa kepada penyesalan bagi ahli sorga, kecuali saat-saat yang berlalu pada mereka, dimana mereka tiada berdzikir kepada Allah SWT”.
Wallahu Ta’ala ‘alam. .... ALLAH yang Mahatinggi, Yang Mahatahu!

==============

Artikel ini adalah tulisan 2 dari ... seri artikel bersambung. Dan, untuk memudahkan anda mencari artikel
yang di inginkan, kami tautkan dalam bentuk angka.

[1]. [2]. [3]. [4]. [5]. [6]. [7]. [8]. [9].

========
Catatan Kaki:
(¹). Dirawikan Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a.
(²). Dirawikan At-Thirmidzi, Ibnu Majah, dan Al-Hakim dan Abid-Darda’ dan shahih isnad
(³). Dirawikan Al-Bukhari dan Al-Baihaqi dari Umar bin Al-Khaththab.
========

Dipetik dari tulisan: = al-Imam Al-Ghazali =
  • dalam bukunya: “IHYA’-ULUMIDDIN” (Menghidupkan Kembali Ilmu-Ilmu Agama) dan
    Kitab “Mukasyafah al-Qulub”


Saya hanya insan fakir yang sadar bahwa pada hakekatnya hidup ini hanya kesenangan semu. Di hari tua seperti sekarang ini, saya ingin agar sisa hidup ini menjadi lebih punya arti, dan melalui media ini berharap semoga dapat sekedar berbagi dengan sesama insan pencari ridha Allah Subhanahu Wata'ala. Semoga bermanfaat!

Selanjutnya
« Prev Post
Sebelumnya
Next Post »
0 Komentar

Adab (3) Akhlaq (4) Al Qur'an (23) Al-Ghazali (3) Allah (1) Anak Yatim (1) Aqidah (24) Artikel Pilihan (14) Bid'ah (3) Buku (1) Bulughul Maram (6) Do'a (1) Dosa (4) Dzikir (4) Fiqih (5) Forum (2) Hadits (22) Haji (13) Hikmah (21) Ikhsan (1) Ilmu (2) Imam Ghazali (1) Iman (11) Info (1) Jihad (4) Kajian (1) Keluarga (2) Khutbah Jum'at (1) Kisah Sufi (4) Kitab (6) Kontak (1) Ma'rifatullah (8) Makhluk Ghaib (1) Manhaj (6) Mati (9) Muhammad SAW (22) Muharram (1) Munafik (1) Nabi dan Rasul (7) Perkawinan (5) Puasa (18) Qurban (2) Referensi (2) Renungan (26) Sabar (1) Selingan (3) Shahabat (11) Shalat (27) Sufi (3) Sunnah (8) Surga (2) Syafaat (2) Syaitan (6) Tanya-Jawab (3) Taqdir (2) Tasawuf (5) Taubat (19) Tauhid (16) Tausyiah (6) Tazkiyatun Nufus (20) Tokoh (19) Ulama (1) Ulama Hadits (2) Umrah (2) Uncategorized (2) Wanita (16) Wudhu’ (5)