Monday, May 17, 2010

ALAM JIN MENURUT AL QUR'AN DAN HADITS


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ikhwanul Muslimin Rahimakumullah,
Dalam topik kali ini, insya Allah kita akan coba mengkaji bersama tentang alam jin dan hal-hal yang berkaitan dengan Jin sebagaimana yang diajarkan dalam Al Qur'an maupun yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW.

Semoga Allah memudahkan dan memberi taufiq kepada kita sekalian untuk memahami intrik-intrik jin, setan, dan semua sekutunya dari golongan manusia yang menggunakan sihir atau ilmu hitam yang sesat lagi menyesatkan nanusia-manusia lain yang lemah imannya, terutama menjelang akhir zaman ini.

Perhatikanlah, hampir semua stasiun televisi nasional seolah berlomba-lomba untuk menayangkan hal-hal mistis-alam supernatural dan lain-lain acara yang berbau "syiriq" dengan kemasan yang menarik disertai trik-trik kamera yang canggih, yang menyebabkan banyak orang yang merasa takjub-terpukau- terheran-heran serta terpesona olehnya.
Naudzubillahi minzaliq!

Mudah-mudahan risalah yang singkat ini dapat menambahkan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, dan sesungguhnya hanyalah Allah SWT semata pemberi taufiq dalam i'tikad, ilmu dan amal.

ASAL KATA JIN
Asal pembentukan kalimat "jin" dari huruf 'jim' dan 'nun' menunjukkan makna tertutup, sebagaimana firman Allah SWT:

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَباً قَالَ هَـذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لا أُحِبُّ الآفِلِينَ
"Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: "Inilah Robbku", tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata:"Saya tidak suka kepada yang tenggelam." (QS.Al-An'am [6]: 76).

Bekata Syaikhul Islam Rahimahullah: "Ia dinamakan jin karena ketertutupannya dari pandangan manusia."

Para jin melihat manusia sedangkan manusia tidak dapat melihat mereka. Allah SWT berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ
"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS.Al-A-rof [7]: 27)

Maksud dari ayat ini adalah: Sesungguhnya manusia tidak dapat melihat jin sesuai dengan bentuk kejadiannya yang hakiki, tetapi terkadang mereka bisa dilihat dengan bentuk yang lain semisal hewan. (Lihat Fath al-Haq al-Mubin: 28 oleh Abdullah bin Muhammad bin Ahmad ath-Thoyar)

JIN DICIPTAKAN SEBELUM MANUSIA
Jin diciptakan sebelum manusia berdasarkan nash al-Qur'an QS Al-Hijr [15]"27-28)

وَالْجَآنَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِوَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَراً مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ
"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. Dan (ingatlah) , ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk."

ASAL PENCIPTAAN JIN
Allah menciptakan jin dari api. Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan oleh Allah SWT dalam surat Al-Hijr [15]: 27;
وَالْجَآنَّ خَلَقْنَاهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ
"Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." Dan juga dalam surat Ar-Rohman [55]: 15;

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ
"Dan Dia menciptakan jin dari nyala api."

Dan Rasulullah SAW bersabda: "Malaikat diciptakan dari nur (cahaya). Jin diciptakan dari marij (api). Dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian. (yaitu dari tanah)" (HR Muslim: 2512)

MACAM-MACAM JIN
Rasulullah SAW bersabda: "Jin terdiri atas tiga kelompok: satu kelompok memiliki sayap mereka terbang di udara dengannya, satu kelompok berbentuk ular dan anjing, dan satu kelompok lagi berdiam diri di tempatnya dan melakuikan petualangan." (HR.Thabroni dengan sanad hasan, al-Hakim, dan al-Baihaqi dengan sanad shohih; lihat Shohihul Jami' 3/85)

TEMPAT TINGGAL JIN
Jin banyak berdiam pada tempat-tempat berikut ini:

Di Pasar
Dari Salman r.a. ia berkata: "Bersabda Rasulullah SAW: "Sungguh jika kamu mampu, janganlah engkau menjadi orang yang pertama kali masuk pasar dan terakhir kali keluar darinya, karena sesungguhnya pasar adalah medan peperangan setan dan di dalamnya ia menancapkan bendera." (HR. Muslim:2451)

Tempat-tempat Buang Hajat

Dari Zaid bin Arqam r.a. dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Tempat-tempat buang hajat ini dihadiri oleh setan (dengan tujuan mengganggu). Maka jika salah seorang di antara kalian masuk ke dalamnya, hendaklah mengucapkan: ("Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan perempuan)." (HR. Abu Daud: 6)

Bersama dengan unta dan di kandang-kandangnya
Dari Abdullah bin Mughofal r.a., ia berkata: "Rasulullah SAW telah melarang kami untuk melakukan sholat di kandang-kandang unta dan tempat-tempat menderumnya, karena ia diciptakan dari setan-setan." (Shahih Sunan Abu Dawud, No.184/493)

Berkata Ibnu Hibban r.a sebagaimana dalam al-Ihsan (4/602)., mengomentari makna hadits: karena ia diciptakan dari setan-setan: "Maksudnya adalah: "Sesungguhnya setan bersamanya."

Di rumah-rumah
Dari Abu Hurairah r.a. behwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan akan lari dari rumah-rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah." (HR.Muslim:780-Shahih Muslim:752)

Dalam hadist yang diriwayatkan dari As-Sya'bi ia berkata: "Abdullah bin Mas'ud berkata: "Barangsiapa membaca 10 ayat dari surat Al-Baqarah di dalam rumah, maka setan tidak akan memasuki rumah itu malam harinya hingga tiba pagi hari. Kesepuluh ayat tersebut adalah 4 ayat pertama darinya; Ayat Kursi; 2 ayat sesudah Ayat Kursi; dan 3 ayat terakhir dari surah Al-Baqarah." (HR.Thabrani).

(Al-Haitsami berkata dalam Mazma'uz Zawai'd [10/118], "Hadits ini diriwayatkan Thabrani dengan rijal shahih, hanya saja As-Sya'bi tidak mendengar langsung dari Ibnu Mas'ud.")

Hadits-hadits diatas menunjukkan bahwa mereka tinggal pula di rumah-rumah manusia.

Di Lautan

Dari Jabir r.a. ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di lautan. Dari sana dia mengirim pasukannya untuk membuat fitnah (mengacau atau membencanai) umat manusia. Maka siapa yang lebih besar membuat bencana, dialah yang lebih besar jasanya (terhormat) di kalangan mereka." (HR.Muslim: 2813-Shahih Muslim: 2408)

Di Lubang-lubang dan belahan-belahan tanah
Dari Qatadah, dari Abdullah bin Sirjis, bahwa sesungguhnya Nabi SAW melarang seseorang melakukan kencing di lubang. Meraka bertanya kepada Qatadah: "Mengapa dibenci kencing di dalam lubang?" Ia menjawab: "Dikatakan, bahwasanya ia adalah tempat-tempat tinggal jin." (Abu Daud: 29)

Di padang pasir, Lembah, Lorong, dan tempat-tempat yang ditinggalkan oleh penghuninya.
Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud r.a. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim: "Pada suatu malam kami bersama Rasulullah SAW, lalu kami kehilangan beliau lantas kamipun mencari beliau di lembah-lembah dan gang-gang. Kami mengatakan "Rasulullah SAW telah diculik." Maka kamipun tidur malam dengan sejelek-jelek malam yang suatu kaum bermalam dengannya. Tatkala tiba waktu pagi hari, tiba-tiba beliau datang dari arah Haro', maka kami mengatakan:"Ya Rasulullah, kami kehilangan anda dan kami mencari anda namun kami tidak menjumpai anda, lantas kami bermalam dengan sejelek-jelek malam yang suatu kaum bermalam dengannya." (Mendengar ucapan tersebut) maka Rasulullah menjawab: "Datang kepadaku seorang yang mengundang dari kalangan jin, maka akupun pergi bersamanya dan aku membacakan Al-Qur'an kepada mereka." (HR.Muslim, 1007)

DAPATKAH MANUSIA MELIHAT JIN?

Termasuk kekhususan jin, mereka dapat melihat manusia, namun sebaliknya manusia tidak dapat melihat mereka dalam wujud aslinya. Allah SWT berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاء لِلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ
"Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman." (QS Al-A'rof [7]:27)

Tidak seorangpun mampu melihat jin, kecuali bila mereka mengubah diri (menjelma) dalam berbagai bentuk atas izin Allah SWT. Ada beberapa riwayat yang menjelaskan bahwasanya mereka mengubah diri ke dalam berbagai bentuk seperti di antaranya:
  1. Menjadi seorang lelaki miskin (Lihat Mukhtasor Shahih Muslim karya Az-Zabidi: 1078)
  2. Menjadi seorang Syaikh dari Najd (Lihat Siroh Ibnu Hisyam 2/122)
  3. Menjadi seekor ular (Lihat Mukhtasor Shahih Muslimi: 1498)
Adapun tentang bagaimana cara mereka mengubah diri menjadi bentuk-bentuk lain, tidak ada nash yang menjelaskan hal tersebut.

DAPATKAH MANUSIA MENUNDUKKAN JIN?
Tidak seorangpun akan mampu menaklukkan dan menguasai jin setelah do'a dari Nabi Sulaiman AS, sebagaimana firman Allah SWT:

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكاً لَّا يَنبَغِي لِأَحَدٍ مِّنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاء حَيْثُ أَصَابَوَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاء وَغَوَّاصٍوَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ هَذَا عَطَاؤُنَا فَامْنُنْ أَوْ أَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi". Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain terikat dalam belenggu. Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab." (QS Shod [38]:35-39)

Berkata Syaikh Ahmad bin Nashir bin Muhammad al-Hamd ra: "Tetapi didapatkan penguasaan dan penundukkan manusia terhadap jin tidaklah mungkin, karena adanya perbedaan bentuk keduanya. Manusia tidak bisa melihat jin dan dari sini (diketahui) bahwa manusia tidaklah dapat menguasai dan menundukkan jin. (Penundukkan dan penguasaan ini) didapatkan dari syaitan sebagai hasil dari penundukkan sebagian mereka terhadap sebagian yang lain. Maka jin yang ditundukkan manusia, hakikatnya ia tertundukkan oleh syaitan yang memiliki kekuasaan dan kekuatan terhadap sang jin itu sendiri, dan hal ini adalah sebagai timbal balik dari pelaksanaan manusia itu terhadap apa yang dikehendaki oleh syaitan darinya, yang berupa kefasikan, maksiat dan keluar dari ajaran-ajaran agama. Dari sini diketahui, (pada hakekatnya) manusialah yang menjadi budak bagi syaitan (bukan syaitan atau jin ditundukkan olehnya)." (As-Sihr Baina Haqiqoh wal Khoyal:211)

AL-QUR'AN DIGUNAKAN UNTUK MENUNDUKKAN JIN?
Kita banyak mendengar bahwa ada di antara kaum yang menisbatkan dirinya kepada ilmu dan kebajikan, mereka mendakwakan diri telah menundukkan jin dengan menggunakan ayat-ayat al-Qur'an. Yang menjadi pertanyaan, benarkah hal tersebut bisa dilakukan dan benarkah al-Qur'an dapat digunakan untuk hal itu? Jawabnya adalah: Tidak benar dan tidak mungkin!

Berkata Syaikh Majd Muhammad asy-Syahawi rahimahullah: "Dan tidaklah diragukan lagi bahwasanya pada saat sekarang ini tidak ada orang yang meminta bantuan jin dengan al-Qur'an semata tanpa menggunakan mantera-mantera dan jimat-jimat dari sihir yang tidak diketahui maknanya, yang kami telah memberikan peringatan terhadap kesesatan yang ada didalamnya dan barangsiapa menyangka bahwa dia meminta bantuan jin dengan al-Qur'an semata tanpa menggunakan selain al-Qur'an,-maka ia adalah pendusta dan penipu." (Tahdhirul Arwah wa Taskhiru al-Jan Baina Baina Haqiqoh wal Khurofat: 103-104)

MEMINTA BANTUAN JIN
Meminta bantuan jin tidaklah diperbolehkan secara syar'i. Adapun dasar-dasar larangan tersebut adalah sebagai berikut:
  • Hal ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, Khulafa'ur Rosyidin, para shahabat Nabi SAW secara umum, para tabi'in, dan orang-orang shaleh dari umat ini.
  • Ciri utama dari jin dan setan adalah dusta. Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Hurairoh r.a.: "Ia berlaku jujur kepadamu, sedangkan ia pendusta." (Shahih Bukhori No.1122)
  • Tersebarnya kejahilan yang merata, jauhnya kebanyakan manusia dari metode al-Qur'an dan as-Sunnah, serta sedikitnya penuntut ilmu syar'i di masa sekarang ini menyebabkan kebanyakan manusia tidak dapat lagi membedakan antara tukang sihir (tenung) dan selainnya dari orang-orang yang mendakwakan meminta bantuan kepada jin yang sholih. Akibatnya, bercampur aduklah perkara-perkara tersebut dan cacatlah aqidah umat manusia, padahal ia merupakan sesuatu yang paling berharga baginya dan padahal jaminan kejayaan dan keselamatan di dunia dan akhirat terdapat dalam aqidah shohihah.
  • Jin atau syaitan akan menjerumuskan manusia kedalam kekufuran, kesyirikan, ataupun keharaman dengan berbagai jalan dan sarana serta secara sedikit demi sedikit menjerat orang yang meminta bantuan kepada mereka.
  • Meminta bantuan kepada mereka (jin-syaitan), akan membawa kepada kecacatan aqidah, dimana kita akan jumpai diantara mereka bergantung kepada selain Allah SWT.
  • Membuka pintu lebar-lebar bagi kebanyakan ahli sihir untuk mendakakan ruqyah syar'iyyah dengan al-Qur'an dan Sunnah dan meminta pertolongan jim muslim (padahal hakikat dan keadaan yang sebenarnya berbicara lain).
Apabila ada orang bertanya: "Apakah orang yang meminta bantuan jin telah melakukan kekufuran?" Maka jawabannya adalah: "Orang (manusia) yang menggunakan jin tidaklah kufur, kecuali apabila penggunaan jin tersebut dengan memakai cara dan jalan yang telah ditempuh tukang sihir dan sulap atau dikaitkan dengan bintang dan tulisan-tulisan ajimat kufur atau semisalnya. Apabila perkaranya seperti itu, maka ia telah kafir. [Lihat al-Qoul al-Mubin oleh Usamah bin Yasin: 197]

BEBERAPA BENTUK MEMINTA BANTUAN JIN
Ada beberapa perbuatan yang merupakan bentuk dan perwujudan meminta bantuan jin, diantaranya:
  • Penjualan cincin dan batu berharga dengan harga yang sangat mahal, dengan iming-iming (sangkaan) bahwa ada jin bersamanya, yang akan membantu pemiliknya, menjaganya dari gangguan-kesulitan, melancarakan usahanya dan lain sebagainya.
  • Membaca sebagian ayat-ayat al-Qur'an dan bermacam-macam wirid dan do'a pada seseorang yang tertelentang di atas dipan dan setelah selesai dari pembacaan wirid tersebut, tubuhnya terangkat ke udara.
  • Membedah tubuh pasien penderita penyakit-penyakit tertentu dengan cara yang unik dan asing atau tanpa meninggalkan bekas apapun pada tubuh dan kulit si pasien.
  • Menghadirkan arwah, baik dengan cara merasukkan pada tubuh seseorang lalu arwah tersebut berbicara tentang segala sesuatu yang dikehendaki oleh orang yang mendatangkannya atau dengan cara menampakkannya dalam bentuk orang yang telah meninggal dunia dan kemudian berjalan di kamar atau berbicara dengan orang yang ada disekitarnya (penampakan).
Catatan: Arwah atau roh yang disangkakan datang kepada penghadir roh tersebut pada hakikatnya adalah jin yang bekerja sama dengannya. Bukan roh orang yang diminta kehadirannya (sebab sebagai Muslim kita tahu bila meninggal seorang manusia maka rohnya akan berpindah ke alam kubur dan terputus seluruh hubungannya dengan dunia, kecuali tiga hal.

Tentang ini Rasulullah SAW bersabda:

إذا مات العبد انقطع عنه عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم ينتفع به، أو ولد صالح يدعو له
"Jika seseorang telah meninggal, maka putuslah semua amalannya kecuali 3 hal: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya."
(HR Bukhori)

MENGAMBIL SUMPAH DARI JIN
Tidaklah diperkenankan seorang muslim ketika melakukan ruqyah syar'iyyah mengambil janji dengan nama Allah kepada jin yang mengganggunya. Hal ini dikarenakan jin sering bersumpah dengan nama Allah, namun mereka banyak melanggarnya.

Demikianlah yang dapat kita kaji bersama pada topik kita kali ini, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Kami mohon maaf jika terdapat beberapa kesalahan dan hal-hal yang kurang berkenan dalam topik ini. Dan segala puji dan sanjungan teriring kecintaan dan pengagungan hanya milik Allah semata.

Wallahu A'lam bish shawab.

Alhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah Azza wa Jalla. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. beserta keluarga dan shahabatnya.

ماً الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِي إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.
Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi
dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(QS Al-Ahzab [33]:5)


39 komentar:

Anonymous said...

Assalamualaikum ww,

Maaf, Ustadz.
Tentang Al-Qur'an yang disebutkan tidak mungkin DAPAT digunakan untuk menundukkan bangsa Jin, maka selain yang dikatakan oleh Syaikh Majd Muhammad asy-Syahawi rahimahullah diatas, adakah sumber-sumber shahih lain yang dapat menguatkan dan lebih meyakinkan lagi? Adakah ayat2 Al-Quran dan/atau Hadits yang mendukung pendapat ini?

Mengingat issue tentang manusia dan jin ini sendiri sudah sama tuanya dengan peradaban manusia dimuka bumi, saya kira pernyataan diatas perlu mendapat klarifikasi yang pasti.
Mohon pencerahannya.

Wassalam,
Hamba Allah.

Hariswan said...

Assalamu'alaikum wrwb..
Saudaraku Hamba Allah rahimakumullah,

Menyadari kekurangan kami tentang ilmu yang berhubungan dengan makhluk dan alam ghaib, maka untuk menjawab pertanyaan anda, kami silahkan anda untuk menyimak buku Tafsir Fi Zhilalil Qur`an Jld 12 yang ditulis oleh Sayyid Quthb dgn tautan dibawah ini.
http://books.google.co.id/books?id=PDHPv-i1bd0C&pg=PA51&dq=tentang+jin&hl=id&ei=KfQVTOrdCM6PcemusJcM&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=3&ved=0CC0Q6AEwAg#v=onepage&q=tentang%20jin&f=false

Semoga dapat menambah wawasan kita bersama tentang alam yang masih gulita, khususnya bagi kami pribadi...
Terima kasih telah sudi mampir ke blog sederhana ini..
Wassalam.

Ami said...

ijin share ya, terima kasih

abdullah said...

maaf pak ustadz. Mungkin pak ustadz harus menggaris bawahi tentang syaythan menundukkan Jin. Pak ustadz seakan-akan berkata syaythan sangat kuat. Ingat, ada Allah pak ustadz.
Jin dan manusia lah yg sebenarnya bekerjasama karena ada unsur kepentingan bersama/politik. Bisa budaya misalnya, kebanyakan yg seperti ini yg di sebut lah syaythan manusia dan jin.
Sebaiknya pak ustadz perdalam ilmu agama lagi, jangan cuma berpatok ke sanad, itu masa lampau pak ustadz, masalah ghaib. Kita tidak tau unsur didalamnya ada yg di ubah-ubah. Hanya Alquran yg tidak berubah. Sekiranya pun hadist di pelajari jangan menggunakan akal aj pak ustadz, tetapi dengan qalbu biar yg di sampaikan tidak menyesatkan umat yg akhirnya malah mendukung kelompok yg secara tidak ketahui, diam-diam ingin menghancurkan Islam.
Sebelumnya saya minta maaf sekali lagi sekiranya perkataan saya menyinggung.

dini novilasari said...

bagimana tanggapan bapak mengenai orang yang bisa berinteraksi dengan jin??
it sudah saya saksikan sendiri pak.. tolong tanggapan bapak.. pa yang dia lihat sebenarnya? n dia sering berbicara dengan golongan mereka.

anezha mezzsya said...

Ustad yahudi

anezha mezzsya said...

Saudaraku yg dikomentar..klian lihat sendri btapa bnyak ajarang yg mlenceng dari alquran apa yg dtulis nya..klian tdak pernah dengar kah saat ini kaum non muslim menghancurkan islam dengan cara menyerang ke otak agama lngsung yaitu alquran..mmberi ajaran yg slah..spaya kita trtipu..brani sekali anda mengatakan alquran tdak bsa mngusir jin..lantas apa yg dibaca ktika rukiah ?? Kesurupan ??mmbaca al baqoroh dlam rumah.ayat kursi dan lain ?? Apa yg bisa mngusirnya ?? Bible anda ustad !!!!

ilham hermawan said...

Anda belum mengerti ma'rifat jadi jangan sembarangan bicara. Bisa banyak yg salah persefsi karna tulisan anda ini. Mohon maaf saya cuma mengingatkan anda. Hadist2 nya betul. Al.quran betul. Tapi kata2 anda yg salah.

ilham hermawan said...
This comment has been removed by the author.
ilham hermawan said...

Jangan di share ini tulisan banyak salah.nya aduh gimana sih blajar quran.nya yg bener donk jng setengah setengah.. jikir dulu yg bener untuk pak hariswan yah baru bicara masalah ilmu goip ma'rifat

herman gomex said...

waduh

Anonymous said...

Jangan saling menyalahkan.
Kita semua tidak ada yg sempurna dan banyak salah.
Ustadz juga manusia biasa.
Jngan sok pinter dan jngan sok bener.
Kalo gak suka ya jangan di ambil ilmunya.

roel arya said...

betul sekali.. ambil yang baik dan bermanfaat, ustad juga manusia.. jika ada hal hal, perkataan, kesimpulan dari artikel ini yang kurang berkenan bagi para pembaca.. harap share dan cari referensi lain lagi sebanyak-banyaknya.. ambil kesimpulan dari banyak sumber.. konsultasi sama yang lebih ahli.. saya rasa itu lebih baik daripada saling menyalahkan.. ambil yang bermanfaat dan buang yang tidak bermanfaat. cari dan konsultasikan lagi dengan para ahli masalah yang menurut anda kurang pas.
----------------------------------------------
maaf kalo ada salah khilaf

Anonymous said...

tak kenal maka tak sayang :)

Anonymous said...

Kalau Bijak ajarin... menegur dengan cara cuba menjatuhkan orang lain pun tidak di ajar oleh Islam.
Ada ilmu tapi tidak diamalkan pun tiada gunanya...
maaf ya...

nico hermanto said...

Ilham hermawan : syari'at,tariqat,hakikat,ma'rifat,,,khurafat.....maksiat...

nico hermanto said...

Syari'at itukan masih kulit luar..belum isi yg sebenarnya.. lebih penting isi daripada kulitnya..berarti kalau anda beli buah atau yg lainnya lebih baik tak pake kulit...

Ciku Jadug said...

Cara Mendapatkan Informasi Ghaib -
Cara Mendatangan GoLongan Jin -
Cara Merubah Batu Jadi Emas Intan Dan Permata -
Do'a Dzikir Rajah Kodam Wassyamsi Waduhaha -
Halimun Ilmu Menghilang Tak Bisa Di lihat manusia jin dan hewan -
Ilmu Merubah Kertas / Daun Jadi Uang -
Ilmu Merubah Kertas Jadi Uang

aqbar p said...

Your good

Harris Famosa Harris said...

Kadang kita tidak sadar bahwa manusia itu adalah yang paling mulia di banding makhluk allah yang lain .hanya manusialah yang paling mulia...maka dari itu lawan lah dulu nafsu kalian bahwa nafsu ialah musuh nyata terbesar kalian bahkan musuh paling terbesar di banding perang perang yang pernah ada di bumi"perkataan nabi muhammad s.a.w"..... Gunakan akal kalian karna akal adalah bijaksana dia tidak pernah berfikir sesat dia bijaksana . Taklukkan lah nafsu kalian karena jin syaiton mengganggu kita hanya lewat nafsu . Jika nafsu tidak bisa kau taklukan maka akal pun akan mengikuti apa kata nafsu kalian.ini berbahaya ...ayo semua taklukkanlah nafsu n fikiran kalian .jika kau berhasil kau mulia sangat sangat amat mulia kau akan mendapatkan cahaya allah yang kuat mendapat hidayah n kalian akan melihat apa yang tak pernah kalian lihat...inilah yg saya katakan manusia lebih mulia di banding makluk lain allah...masih banyak karena ini secara ringkasnya...

batu mustika said...

di era sekarang ini, semua orang menginginkan sukses , entah itu sukses dalam bidang rumah tangga, pekerjaan dan lain sebagainya. banyak yang menempuh jalan pintas seperti Pesugihan namun sangat di sayangkan hampir semua orang tidak mengetahui cara sukses yang benar dan terbukti ampuh mengantarkan orang ke gerbang kesuksesan, tanpa Ilmu sukses banyak dari mereka yang terjebak dengan cara instan yang akhir nya malah membuat mereka terpuruk dalam meraih keadaan yang jauh dari kata sukses , untuk itu proses untuk meraih kesuksesan juga perlu untuk diperhatikan. untuk anda yang ingin meraih kesuksesan kami tawarkan sebuag rahasia sukses yang akan menuntun anda meraih kesuksesan. silahkan klik disisni =>Rahasia sukses

tambahan , informasi tentang Pesugihan halal silahkan klik disini => Pesugihan tanpa tumbal , Batu Mustika , Batu Bertuah

Percayakah Anda dengan membuka aura seseorang bisa menunjang kesuksesan dan meraih kekayaan serta membuat anda tampil lebih mempesona. .

kami punya jawabanya silahkan klik disini Cara buka aura, Cara membuka aura wajah,Cara membuka aura Jodoh

jika Anda ingin membuka Aura kami juga melayaninya GRATIS hanya di bulan ini.

silahkan klik disini=> Buka Aura Gratis

Rian Isnawan Hidayat said...

Assallamualaikum wr. wb.

Saya sedikit terganggu dengan komentar-komentar "masa Al Quran tidak bisa menundukkan jin" dan menyebut "ustad yahudi". Subhanallah, jangan langsung mencemooh orang seperti itu, ingat, tipu daya syaitan sangat dahsyat.
Menurut pemahaman saya, (mungkin) yang dimaksud oleh penulis tentang 'menundukkan jin' adalah 'mengendalikan jin'. Seperti yang kita ketahui, sebagai muslim kita harus menghindari dosa dari akarnya. Misalnya, kita dilarang untuk berbohong, karena dari kebohongan kecil kita bisa merugikan orang lain, seperti korupsi ataupun fitnah. Untuk menghindari pemerkosaan, kita harus menutup aurat (terutama untuk kaum wanita).

Dalam kasus ini juga, kita tidak boleh sekalipun meminta pertolongan kepada jin, dalam bentuk sekecil apapun, sesingkat apapun. Karena pertolongan kita hanyalah dari Allah semata. Kalau kita menghadapi banyak kesusahan atau cobaan, ya itu sudah konsekuensi kita hidup sebagai keturunan nabi Adam a.s., kita diuji iman nya, apakah kita bisa tetap patuh dengan Allah swt. atau lupa malah percaya dengan jin?

Nah, maka dari itu kita tidak boleh menggunakan Al Quran untuk menundukkan jin (bukan mengusir jin) dengan maksud agar jin itu takluk dan dapat kita perintah. Naudzubillahmindzalik.

Saudara muslim sekalian yang saya hormati, tolong telaah terlebih dahulu informasi dengan pikiran yang jernih. Wassallamualaikum wr. wb.

kata kata patah hati said...

Salam Sukses , sedikit informasi untuk anda

untuk anda yang sedang patah hati silahkan klik disini => Obat Patah hati

bagi anda yang sering cinta nya ditolak silahtemukan solusinya klik disini => Sarana Pengasihan ampuh

atau Anda yang penasaran dengan apa sih warna aura Anda silahkan klik disini => Info Buka Aura



 untuk Anda yang ingin cepat kaya, silahkan klik disini => Cara Cepat Kaya
Liat juga yuk? klik disini =>kata-kata Patah hati

Dani Andriatna said...

Sudahlah gak ada yang salah semua bener...
Makanya ngaji itu harus sampai pada yang di kaji al Quran hanya menyceritakan yg sudah terjadi yang sedang terjadi dan yang akan terjadi...
Seperti anda2 yang memperebutkan kebenaran padahal sesungguhnya kebenaran itu ada di dalam diri kita..
Itulah kesaktian jin dan sebangsanya makanya gak bisa di hancurkan..
Kenpa jin dan sebangsanya tidak bisa di hancurkan karena sesungguhnya mereka mempunyai izin untuk kalian yang bisa di adu dombakan oleh jin itu sendiri...
Benar tidaknya itu ada pada diri kita masing2 sesungguhnya jin itu sedang menertawakan kalian yang memperdebatkan masalah yang kalian sendiri belum tentu mengerti...

Sebaiknya hanya allah yang mengetahui segala sesuatu yang secara lahir maupun bhatin..
Hanya allah yang mampuh melindungi hambanya yang berserah diri..

Maaf bukan saya sok pintar atau sok gimana itu semua tergantung pada pola pikir dan dasar2 agama masing2 yang penting bersikap dewasalah dalam berpikir sesungguhnya hanya ada kegelapan dalam diri yang mudah di adu dombakan...
Wasalam...

Dani Andriatna said...

Jika anda mengetahui isi siapakah yang ada di dalam diri anda????


Tolong jawab...

Dani Andriatna said...

Apakah anda merasa sudah benar...
Apakah sholat anda sudah anda yakini kebenarannya....
Kalau memang anda sudah merasa bisa menyalahkan coba kasih petunjuk yang benar itu harus bagaimana...

Maaf saya bukan menantang ataupun bagai manapun anda menyikapinya tapi saya hanya ingin tau sesungguhnya kebenaran itu sendiri...
Maaf bila saya terlalu berlebihan...
Wasalam.

Dani Andriatna said...

Sesungguhnya yang paling sesat adalah bisa menyalahkan tetapi dia sendiri tersesat di jalan allah..
Maaf yA...

Dani Andriatna said...

Astagfirulohhh...
Hi sodaraku apa anda merasa paling pintar atau paling tau dari allah sudah jelas musuh yang nyata adalah diri kita bukan siapa siapa
Sebaiknya anda lebih memahami apa yang sebenarnya di bahas..

Apakah anda sudah bisa melawan hawa napsu andA sendiri kalau blm coba anda baca isi al Quran surat apa dan ayat berapA
Kalau masih berarti anda membuktikan bahwa Sesungguhnya memang jin dan sebangsanya itu tidak bisA di kalahkan...
Kecuali orang yang sudah memahami apa yang di sampaikan al Quran itu....
Maaf ya..

Firmansyah Putra said...

Al an'aam 130.

Unknown said...

bagi pak ustadz yang menyampaikan ilmu tentang jin ataupun syetan. yang tentunya apa yang kita sampaikan jauh dari kesempurnaan. hanya Allah yang Maha Mengetahui ilmunya, tp tidak perlu hawatir tentang apa yang kita sampaikan dengan berbagai komentar tidak baik bahkan mungkin seperti yang Allah SWT sampaikan dlm Qs At taubah Ayat 32. jangan pernah menyerah ustadz ! teruslah berdawah dengan apa2 yang telah Allah ajarkan kepada kita sesuai kemampuan kita, saya yakin setiap orang ilmunya berbeda2 begitu juga cara mendapatkannya berbeda2 pengalaman. apa lagi yang ustadz sampaikan ilmu tentang jin dan syetan tentunya akan ada serangan serangan darinya yang berbentuk jin ataupun manusia. ketahuilah tipu daya mereka SANGAT LEMAH ! istiqamahlah ustadz dalam mendekatkan diri kpd Allah SWT di akhir zaman ini semoga kita ditaqdirkan menjadi hizbullah bukan hizbusyetan . suatu saat pun imam mahdi akan menjelaskannya kepada umat tentang agama ini. wallahualam

Anonymous said...

alangkah indah dan sejuknya dilihat kalau kita lebih santun, tidak saling menyakiti sesama saudara se aqidah. Saling menasehati itu penting, karena Rasulullah sendiri sampai mengulanginya tiga kali "agama (islam) itu adalah nasehat". Tapi sampaikanlah secara santun.
Lihatlah Imam ahmad ibn hambal yang mengetuk pintu muridnya Harun ibn Abdillah al Baghdadi, tengah malam, sambil berbisik menasehati muridnya, beliau berujar "maaf ya harun, tadi siang kulihat engkau sedang mengajar murid-muridmu. kaubacakan hadits untuk mereka catat. kala itu mereka tersengat matahari, sedangkan engkau teduh ternaung bayang pepohonan. lain kali jangan begitu duhai harun, duduklah dalam keadaan yang sama,sebagaimana muridmu duduk." kemudian sang imam pun berbisik lagi untuk pamit, sambil berjingkat menuju pintu keluar dan menutupnya hati-hati.
padahal bisa saja sang imam menegur harun saat siang itu Harun sedang mengajar. Namun imam Ahmad menjaga wibawa Harun dihadapan murid-muridnya.
itulah contoh menasehati yang baik, yang patut buat kita contoh.

pesugihan islami said...

Salam Sukses . .

terimakasih atas infonya, sedikit informasi untuk anda yakni rahasia sukses , dan beberapa cara sukses berikut :

tips sukses 

kiat sukses

pesugihan tanpa tumbal

Mikail Yuri Gagarin said...

Menurut sy semua orang boleh mentafsirkan Al Qur'an, di jaman sekarang sy hanya percaya Al Qur'an bukan tafsir, apalagi pendakwah bayaran

Mikail Yuri Gagarin said...

Menurut sy semua orang boleh mentafsirkan Al Qur'an, di jaman sekarang sy hanya percaya Al Qur'an bukan tafsir, apalagi pendakwah bayaran

ahmad daim said...

Smua bukan merupakan suatu perbedaan...tapii merupakan ilmu yg bisa digali dr sudut pandang masing masing..prcya adanya alam gaib itupun merupakan bentuk keimanan seseorang..kpd sang khaliq.mohon koreksi jika kliru.

Deyi Anzha said...

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):5 - Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Assalamualaikum ustazd, maaf di akhir pembicaraan anda, anda memberikan kutipan ayat al-ahzab:5. Tapi kenapa isi nya beda ya sama Al-qur'an milik saya.
Mohon untuk tidak menyesatkan dengan meng atas namakan al-qur'an ustazd. Maaf kalo saya berlebihan. Terimakasih

zuqi said...

Tolong di cek lagi bacaan al qur'an yang paling terakhir...tuuh ada kekeliruan atau trbalik bacaanya

Abinya Farhaan said...

Jangan suka menyalahkan. Dia hanya berdakwah sesuai yang diketahui. Kalau dia cuma tahu menghindarkan duri di jalan adalah sedekah. Terus dia dakwah hanya itu, apakah akan kita salahkan,lagi pula dia menyampaikan ada dasar Alquran dan hadist. Kalau kita salahkan berarti kita salahkan dasar dia menulis. Dan itu juga dasar yang disarankan nabi kita. Kalau memang ilmunya baru cetek. Tadi ada yang bilang ma'rifat. Silahkan dilengkapi biar pembaca dan pengirim dapat pencerahan. Dan tentunya dengan dasar Islam yang cuma 2 Alquran dan hadist. Kalau cuma waktu mondok atau kata kiayi lebih baik jangan karena bisa saja itu lebih salah dari artikel ini. Dan pembaca akan sulit mencari kebenarannya karna harus cari pondok atau kiayinya. Kalau sumber alquran dan hadistkan bisa dicari dimana saja.selain itu pesan rosul pegangan kita cukup Alquran dan hadist.

mieze kuchalana said...

kebanyakan comentar2 yg melulu..ikut nafsu tnpa iman dan akal yg dewasa,apa yg saya faham penulis nyatakan al-quran tidak bisa di gunakan utk menundukkn jin atas tujuan yg tdk baik,atau tujuan bersekutu dnganya..penulis juga ada menyatakn bcaan ayat2 al-quran dpt menhindari dari ganguan jin dan syaita..kesalah fahaman dri penulisan sesuatu etikal mengundang isu2 yg tidak diingini..

Post a Comment