Wednesday, September 21, 2011

TENTANG SYARIAT, HAKIKAT DAN MA'RIFAT




بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Dalam SYARIAT ada hijab...
Tidak akan tertembus kecuali oleh HAKIKAT..
Syariat jalannya umat.. untuk berkhidmat,pada Yang Maha Kuat...



Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh..

Ada yg bertanya tentang apakah yg dimaksudkan dengan Syariat.., apa itu Tarikat dan ada juga yang bertanya tentang Hakikat. Dengan segala keterbatasan, kami mencoba untuk menjelaskannya secara singkat, dengan harapan semoga dapat di pahami. ~ Mohon koreksi.


Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,


SYARIAT..adalah 'Pandangan Hidup' (syara), 'Pegangan Hidup' (syariah), dan 'Perjuangan Hidup' (manhaj) yg diwahyukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala utk seluruh umat manusia, agar diketahui, dipatuhi, dan dilaksanakan dlm hidup dan kehidupannya..


Sebagai PANDANGAN HIDUP..,
seorang muslim yg ISLAM oriented akan slalu setia pd syariat dlm berbagai persoalan hdpnya dgn senantiasa berpedoman kpd Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Firman Allah SWT:

"Syara'a lakum mina alddiini maa washshaa bihi nuuhan waalladzii awhaynaa ilayka wamaa washshaynaa bihi ibraahiima wamuusaa wa'iisaa an aqiimuu alddiina walaa tatafarraquu fiihi kabura 'alaa almusyrikiina maatad'uuhum ilayhi allaahu yajtabii ilayhi man yasyaau wayahdii ilayhi man yuniibu..."

" (Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama^1341 dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)".
(QS Asy-Syura [42]:13) [^ 1341: Yang dimaksud : "agama" di sini ialah meng-Esakan Allah s.w.t., beriman kepada-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhirat serta menta'ati segala perintah dan larangan-Nya.]

Firman-Nya pula:
  • "Tsumma ja'alnaaka 'alaa syarii'atin mina al-amri faittabi'haa walaa tattabi' ahwaa-a alladziina laa ya'lamuuna..."
(Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (QS Al-Jatsiyah [45]:18)

  • "Wa-anzalnaa ilayka alkitaaba bialhaqqi mushaddiqan limaa bayna yadayhi mina alkitaabi wamuhayminan 'alayhi fauhkum baynahum bimaa anzala allaahu walaa tattabi' ahwaa-ahum 'ammaa jaa-aka mina alhaqqi likullin ja'alnaa minkum syir'atan waminhaajan walaw syaa-a allaahu laja'alakum ummatan waahidatan walaakin liyabluwakum fiimaa aataakum faistabiquu alkhayraati ilaa allaahi marji'ukum jamii'an fayunabbi-ukum bimaa kuntum fiihi takhtalifuuna..."
(Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian421 terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu422, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (QS Al-Maidah [5]:48).

Dan utk mengetahui hakikat..makrifat.maka ada baiknya kita pahami dulu istilah2 yg sering dipakai oleh para sufi..

~ Tak kenal maka tak sayang.~

HAKIKAT...berarti "kebenaran" atau "kenyataan", seakar dgn kata al-Haqq, "reality", "Absolut" adalah kebenaran esoteris yg merupakan batas-batas dari transendensi dan teologis.

Dalam pengertian seperti ini, hakikat merupakan unsur ketiga dlm ilmu tasawuf, yakni:

  • SYARI'AT (hukum yg mengatur);
  • TAREKAT (suatu jalan atau cara); ~ sebagai suatu tahapan dalam perjalanan spiritual menuju ALLAH Al-HAQQ;
  • HAKIKAT (Kebenaran yg essensial), dan...
  • MA'RIFAT (mengenal ALLAH dengan sebenar-benarnya, baik Asma, Sifat, maupun Af'al-Nya).

Firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala:
  • "Inna haadzaa lahuwa haqqu alyaqiini, fasabbih biismi rabbika al'azhiimi.."
"Sungguh, yg demikian itu adalah hakikat yg meyakinkan maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Maha Besar." (QS Al-Waqiah [56]: 95-96)
  • "Fadzaalikumu allaahu rabbukumu alhaqqu famaatsaa ba'da alhaqqi illaa aldhdhalaalu fa-annaa tushrafuuna.."
  • "Maka ikutilah DIA Tuhanmu yang hakiki. Tidak ada sesudah kepastian itu melainkan kesesatan. Tetapi bagaimanakah kamu dapat dipalingkan dari kebenaran?" (QS Yunus [10]: 32)

Ilmu "HAKIKAT" ini termasuk ilmu Maknun (Ilmu yg tersimpan) yg tidak boleh disebarkan kecuali kepada ahlinya, karena mengandung unsur yg membahayakan bagi orang awam (kebanyakan),sebagaimana yg diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. berikut ini:

  • "Saya meriwayatkan dari Rasulullah Saw. dua wadah ilmu: salah satunya telah saya sebarkan kepada kalian, adapun yg kedua seandainya saya sebarkan kepada kalian, niscaya kalian akan mengasah pisau utk memotong leherku ini (dua wadah itu ialah Syariat dan Hakikat)".
Al-Ghazali menegaskan bhw Ilmu HAKIKAT termasuk ilmu rahasia yg kelihatannya bertentangan dgn Ilmu yari'at, namun hakekatnya tidaklah bertentangan.

Ilmu ini, yg tdk boleh ditulis dan tdk boleh disebar-luaskan secara umum, tetapi harus disembunyikan kecuali kpd org2 yg terpercaya (yg dpt menyimpan amanah), sebagaimana yg diungkapkan oleh Imam Ali Zainuddin bin Husein bin Ali bin Abu Thalib.
  • "Banyak Ilmu bagaikan mutu manikam. Seandainya aku sebar-luaskan,niscaya orang-orang menganggapku termasuk para penyembah berhala, dan banyak tokoh kaum Muslimin menganggap halal darahku hingga mereka menganggap membunuhku itu lebih baik."
HAKIKAT..juga disebut 'lubb' ("dalam", "saripati", "inti") kaitannya dgn sebuah frase Al-Qur'an (dlm surah Al-Qashash ayat 29, dan ayat2 lain).

Ulul Albab (org yg memiliki pengetahuan yg mendalam), yakni mereka yg memiliki pandangan atau pengertian ttg HAKIKAT. Kaitannya dgn hal ini terdapat pada pepatah Sufi,
  • "Untuk mencapai Hakikat (inti), Anda harus mampu menghancurkan kulit",
yg mengandung pengertian bhw paham eksoterisme (perwujudan), melampaui batas-batas pemahaman eksoteris, karena esensi melampaui bentuk-bentuk luaran yg mana ia tdk dpt direduksikan kpd bentuk luaran yang bersifat eksoterik.

Lebih lanjut dpt dilihat dari uraian "SYARIAT".

Secara sederhana kita ambil contoh ibadah Shalat....yg menjadi inti daripd hakekat hidup kita sekalian...yaitu " Hakekat hidup adalah ibadah kpd
Allah Subhanahu wa Ta'ala (liya'buduni)..,sedangkan ibadah yg paling pokok dan utama adalah Shalat...!
SHALAT:

  • SYARI'AT-nya adalah memenuhi kewajiban. Sesuai dgn firman-Nya;
" Inna alshshalaata kaanat 'alaa almu'miniina kitaaban mawquutaan.."
"Bahwa sesungguhnya shalat itu diwajibkan atas orang2 mukmin pd waktu-waktu yg sdh ditentukan." (QS An-Nisaa [4]:103).
  • TAREKAT-nya adalah memberi pengaruh pada sikap dan membekas pada perbuatan.
  • HAKIKAT-nya...adalah zikir kpd ALLAH Subhanahu wa Ta'ala.
Sebagaimana firman-Nya:
  • "Innanii anaa allaahu laa ilaaha illaa anaa fau'budnii wa-aqimi alshshalaata lidzikrii.."
"Sungguh, AKU inilah ALLAH, tiada Tuhan melainkan AKU. Maka sembahlah AKU dan tegakkanlah shalat ini utk zikir kepada-KU." (QS Thaha [20]:14)
  • MAKRIFAT-nya ..adalah mi'raj ruhani kehadirat Ilahi.
"Shalat adalah Mi'raj-nya orang2 yg beriman." (HR Baihaqi dan Muslim)

Seperti telah disinggung pada awal tulisan ini, dimana diuraikan bahwa:

SYARIAT..adalah 'Pandangan Hidup' (syara), 'Pegangan Hidup' (syariah), dan 'Perjuangan Hidup' (manhaj) yg diwahyukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala utk seluruh umat manusia, agar diketahui, dipatuhi, dan dilaksanakan dlm hidup dan kehidupannya..
  • Sebagai PANDANGAN HIDUP.., seorang muslim yg ISLAM oriented akan slalu setia pd syariat dlm berbagai persoalan hdpnya dgn senantiasa berpedoman kpd Al-Qur'an dan As-Sunnah (QS Asy-Syura:13., Al-Jatsiyah:18, QS Al-Maidah:48).
  • Sebagai PEGANGAN HIDUP, SYARI'AT diturunkan ALLAH Subhanahu wa Ta'ala., ke dunia ini dgn Ilmu-Nya yg tak terbatas. Oleh krn itu, SYARIAT bersifat UNIVERSAL.
Kemudian, DIA mengutus Rasulullah SAW. sebagai RAHMATAN LIL ALAMIIN yang memberlakukan Syariat sampai akhir zaman. (Lihat QS Al-Furqan:1; dan QS Al-Anbiya:107).
  • Sebagai PERJUANGAN HIDUP, Al-Qur'an, As-Sunnah, dan ijtihad sebagai sumber syariat meliputi:
(1) Prinsip Dasar (Iman/Aqidah/Islam /Ibadah, dan Ikhsan/Akhlak) dan
(2) Norma-norma Hukum Islam.

Menurut Syaikh Athaillah As-Sakandary dan para sufi, bhw amal perbuatan terdiri atas tiga bagian, yaitu:

  • Amal Syariat; ~ Amal Tarekat, dan ~ Amal Hakikat; atau...
  • Amal Islam, Amal Iman, dan Amal Ihsan; ATAU..
  • Amal Ibadah, Amal Ubudiyyah, dan Amal Ubudah; ATAU..
  • Amal Ahli Bidayah (tahap pemula); Amal ahli Wasat (tahap pertengahan), dan Amal Ahli Nihayah (tahap akhir).
SYARIAT untuk memperbaiki 'zawahir' atau 'zawarih' (anggota badan),
TARIKAT utk memperbaiki 'dhamir' (hati); dan
HAKIKAT untuk memperbaiki 'sarair' (ruh).

Memperbaiki zahir (anggota badan) dgn tiga perkara pula yaitu:
  • Ikhlas
  • Sidq (jujur), dan
  • Tumaninah (ketenangan).
Dan, memperbaiki 'Ruh' juga dgn tiga perkara, yaitu;

  • Muraqabah (waspada/merasa di awasi/seolah-olah melihat ALLAH Subhanahu wa Ta'ala),
  • Musyahadah (menyaksikan Asma, Sifat, dan Afal Alllah Subhanahu wa Ta'ala.), dan,
  • Makrifat (mengenal Allah Subhanahu wa Ta'ala.)
ATAU..
  • Memperbaiki Zahir (anggota badan) yaitu dgn 'menjauhi larangan Allah Swt.dan mengikuti perintah-Nya.
  • Memperbaiki Hati yaitu dgn menjauhi sifat2 tercela dan menghiasinya dgn sifat2 utama..Dan,..
  • Memperbaiki Ruh yaitu dgn menghinakannya dan menundukkannya shgga menjadi terdidik adab,tawaduk, dan berbudi..
  • Ahli Syariat ialah org yg melaksanakan amal ibadah 'litalabil ujur' (krn mengharapkan upah atau pahala dari Allah Swt.).
  • Ahli Tarekat msh dlm perjalanan antara syariat dan hakikat..Sedangkan..
  • Ahli Hakikat ialah orang2 melaksanakan 'ibadah' (pengabdian kpd Allah Swt.) se mata2 krn mengikuti perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala. (ikhlas), disertai dgn rasa 'khawf' (takut/gentar), 'raja' (harap), 'mahabbah' (cinta) dst..
Syaikh Athaillah As-Sakandariyah berkata;
  • "Orang yg telah sampai pada Hakikat Islam, maka ia tdk kuasa menghindari melaksanakan Syariat;
  • Orang yg telah sampai pada Hakikat Iman, maka ia tidak kuasa berpaling kepada amal perbuatan atas dasar selain Allah Subhanahu wa Ta'ala (riya);
  • Dan, orang yg telah sampai pd Hakikat Ihsan, maka ia tidak kuasa berpaling kepada segala apapun selain Allah Swt."
Menurut Syaikh Ali bin al-Haitamy r.a.,
  • "Syariat ialah apa yg berkaitan dgn 'taklif' (pembebanan suatu ibadah), sdgkan Hakikat ialah apa yg dpt menghasilkan 'mengenal Allah'. Syariat dikuatkan oleh Hakikat.., dan hakikat terikat dgn syariat.
  • Syariat adalah sbg wujud perbuatan Allah Swt., dan melaksanakannya dengan syarat disertai ilmu melalui perantaraan para Rasul, sdgkan Hakikat ialah 'menyaksikan hal ihwal mengenal Allah Swt. dan menyerahkan segala sesuatunya kepada-Nya tanpa ada perantaraan".
Syaikh al-Arif Billah Sayyid Ibrahim ad-Dasuqi al-Quraisy r.a., berkata:

  • "Syariat adalah POKOK, sdgkan Hakikat adalah CABANG. Syariat mengandung segala ilmu yg disyariatkan, sdkan Hakikat mengandung segala ilmu yg tersembunyi, dan seluruh maqam (kedudukan di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala) bertingkat-tingkat di dlm keduanya".
"Syariat itu Pohon dan Hakikat itu Buahnya."
  • "Ahli Syariat akan batal shalatnya dgn bacaan yg buruk, sedangkan..
  • ahli Hakikat akan batal shalatnya dgn akhlak yg buruk.~ Jadi apabila di dlm bathinnya terdapat kedengkian atau iri hati, buruk sangka kpd seseorang, mencintai dunia, shalatnya batal.
Karena sesungguhnya pemilik akhlak buruk itu berada pada hijab (terhalang) dari menyaksikan keagungan Allah Swt. di dlm shalat. Dan org yg hatinya terhijab maka ia tidak shalat, krn sesungguhnya shalat adalah sebuah hubungan dgn Allah Swt.".
Seorang Sufi bersyair..:

Dalam Syariat Ada hijab..
Tidak akan tertembus kecuali oleh Hakikat....
Syariat jalannya umat....
untuk khidmat pada Yang Maha Kuat..

Sedang Hakikat ada syariat...yang samar bagi umat
Hingga disangka sesat...Padahal jalan yg selamat..

Syariat adalah awalan... Hakikat bukan akhiran..
Karena pada hakikat terdapat syariat...

Yang berbeda dengan syariat... awalan, pada khidmat umat....
Padahal pada tiap ayat ada makna..
yang tersirat dan tersurat..

Adalah sabda Rasul berpendapat..
Maka apakah mereka tidak melihat..?...

Pada tiap-tiap umat ada syariat...
Begitulah ayat berpendapat...
Apakah mereka tidk melihat..?...

Maka Hakikat dalah Syariat...
Yang berasal dari syariat umat...
Sedangkan dia berpijak
Maka bagaimanakah Hakikat dikatakan sesat?...

Sedangkan dia berpijak pada syariat..
Yang dibawa oleh Rasul yang mulia..
sebagai amanat..

Tetapi Allah mempunyai pendapat..
Siapakah para hamba yang mendapat hidayah...
Untuk dapatmengenal hakikat...

Maka siapa yang menolaknya...
berarti melepaskan hidayah..
Karena mencapai makrifat adalah...., dengan syariat

Yang terususun dengan hakikat..
Maka syariat dan hakikat adalah syariat-Nya..
Apakah mereka tidak melihat?

======
Segala puji hanya bagi Allah 'Azza wa Jalla semata.., dan Shalawat dan Sallam semoga senantiasa tercurah bagi junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam beserta ahlul baitnya, para sahabat serta para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.-

Wassalam


23 komentar:

JUNAIDI said...

Saudaraku anda kembali kemana ?.....

Assalamu’alaikum .......Wr. Wb. Innalillahi wainnalillahi roji’un. artinya Datang dari Allah Kembali kepada Allah. Apakah sudah sesuai peryataan kita dengan kenyataan ?
Kalau kita kembali kepada Allah berati kita kembali kepada Nama karena Allah itu adalah nama dari 99 asmaul husna yang dipilih oleh ahli sunnah wal jamaah dan ulama kenamaan untuk menyampaikan kebaikan dimuka bumi ini. “, Ada juga yang mengatakan kembali pada pemiliknya, Pertayaan saya = bagaimana kita bisa dikatakan kembali sedangkan kita tidak mengetahui yang punya nama ?......Kalau kita ingin kembali kepada YANG PUNYA NAMA tentunya kita MA’RIFATULLAH artinya mengetahui atau mengenal yang punya nama. Karna setiap nama pasti ada yang punya nama. Kemudian apa bila umat muslimin dan muslimat kalau sudah menghembuskan napas terakhir maka jenajah tersebut di mandikan,dikapani,disholatkan dan dikuburkan. Setelah jenajah berada dialam Kubur menurut sunnah Rasulullah dibacakan talkin , karena malaikat munkar dan nangkir akan menanyakan sesuatu kepada kita . Kemudian para ulama,ustad dan pemuka agama membacakan talkin, jika 2 orang malaikat munkar dan nangkir datang kepadamu maka jawablah dengan tegas : pertama Siapa Tuhanmu ? kedua siapa Nabimu? ketiga apa Agamamu dan seterusnya...., dari pembacaan talkin tersebut TIDAK ADA pertanyaan : , “sudah berapa kali kamu juara MTQ, “Sudah berapa banyak Djikir ,sholat,puasa,zakat,haji kamu, sudah berapa banyak dakwah yang kamu kerjakan atau sudah berapa tahun kamu belajar disaudi arabia /mesir/irak atau sudah berapa tahun kamu dipondok dipasantren ?.......TETAPI YANG DITANYAKAN PERTAMA SIAPA TUHANMU? lalu Kita disuruh menjawab Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku. Kemudian Kalau Malaikat itu bertanya Allah itu siapa dan dimana , apa yang akan kita jawab ......Nah! dengan masalah seperti ini apakah kita tidak takut dengan besi panas menyala yang dibawa malaikat ?......Apakah kita tidak takut dengan azab kubur yang sangat dahsyat ?....Kami mohon ma’af jIka ada kata- kata kami yang kurang berkenan di hati pembaca,tidak ada maksud untuk menggurui, tetapi karna cinta kami kepada Allah dan cinta kami kepada kaum muslimin dan muslimat, semoga kita selamat dunia akhirat.
Wass........wr.wb.

Indonesia Exposes said...

Subhanallah...Jazakallah khairan katsiran..

Sdrku akhi Junaidi fillah, sungguh komen yang menggugah jiwa dan yg patut direnungkan dengan serius.Terima kasih atas pencerahannya..sungguh bermanfaat adanya..

Semoga dengan sharing ini..., Allah Yang Maha Pengasih akan selalu mencurahkan rahmat kasihsayang-Nya bagi antum serta bagi kita sekalian.., disertai dengan kucuran nikmat karunia-Nya yang berlimpah serta barokah... Amiin Yaa Arhamarrahimiin...


Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh..

Anonymous said...

gt ya.....knapa......islam kayak di bikin kasta2 gt??

Anonymous said...

Kang junaidi...,, Apa mksud antum mmprtnykan hal yg sperti itu?? Ingin mnggugah semngt mngenal tuhan atau ingin mnggugah smngt mengenal pemikiran antum??
Antum itu brtnya atau antum mngutarakan?? Atau antum malas menuliskan hidayah kebenaran....
Mudkin.. Itu ilmu hakikat (tak smbrang orng mnrima dg ksmaan pmikiran kita) hrus bnr2 ada justif dg orng yg mau kita sampaikan,, agar ke hilafan brfikir itu bs di minimkan. skerdar saran klo antum membuka wadah tutup pula wadah itu.. Biar tau apakah isi dari wadah jika dibuka, dan bagaima jika wadah itu ditutup..!!!
AFwan wa syukron jazakumullah... Ahsanal jaza..

Anonymous said...

Kang_junaidi...,, Apa mksud antum mmprtnykan hal yg sperti itu?? Ingin mnggugah semngt mngenal tuhan atau ingin mnggugah smngt mengenal pemikiran antum??
Antum itu brtnya atau antum mngutarakan?? Atau antum malas menuliskan hidayah kebenaran....
Mudkin.. Itu ilmu hakikat (tak smbrang orng mnrima dg ksmaan pmikiran kita) hrus bnr2 ada justif dg orng yg mau kita sampaikan,, agar ke hilafan brfikir itu bs di minimkan. skerdar saran klo antum membuka wadah tutup pula wadah itu.. Biar tau apakah isi dari wadah jika dibuka, dan bagaima jika wadah itu ditutup..!!!
AFwan wa syukron jazakumullah... Ahsanal jaza..

jago liring galih said...

dimana imammu dan di mana mammumu......carilah saudaraku sesungguhnya ialah yg maha benar

Anonymous said...

Smoga kita diselamatkan Allah SWT....aamiin.

Anonymous said...

apapun yang kalian katakan semua itu adalah semua benar....

Anonymous said...

tentu ada perbedaan antara :
1. Benar
2. Kebenaran
3. Yang Sebenarnya/yang sesungguhnya
4. Semua Benar
bagaimana pendapat anda tentang perbedaan tsb diatas....bisakah anda jelaskan???? mohon masukannya....trims...

Dakwah Marifatullah said...

Kenapa kita harus takut menyampaikan kebenaran,
Allah tidak akan menguji seseorang kalau tidak sesuai dengan kemampuannya, kemudian pada surah Azzariyat 21, Aku ada pada dirimu, mengapa kamu tidak memperhatikan, mengenal, mengetahui aku Kata Allah. dari ayat tersebut agar kita bisa menjawab pertanyaan malaikat yang pertama masuk khubur. yaitu siapa Tuhan mu......

Dakwah Marifatullah said...

kalau kita belajar syari,at dan torikat saja, saya merasa kawatir samapai inna lillalhi wainnalillahi roji'un belum tentu selesai, karna jutaan hadis, belum lagi menurut riwayat yang satu dan yang lain , nanti keburu mati.cobalah mengenal Tuhan kita dulu baru beribadah, karna ma'rifatullah itu yang menyempurnakan syari,at torikat, hakikat , agar menjadi satu cinta yang esa meliputi semesta Allam

ibadah tanpa tauhid nol said...

mas junaidi ini sok tau,blm tentu yg ditanya di dlm kubur yg ada di talkin itu brow...

Anonymous said...

kayak gitu aja repoooot.........

Dakwah Marifatullah said...

percaya atau tidak , terserah sama abang semua, nanti diakhirat Allah akan menghakimi segala perbuatan maupun ucapan kita semua

SDN OO1 KONGBENG said...

menaggapi pertanyaan saudara masalah benar,kebenaran, sebenarnya atau sesungguhnya dan semua benar, yaitu apabila perkataan dakwah itu petama ada di Alqur'an, kedua ada di hadis qudsi, ketiga ada Ijma' para ulama kenamaan, keempat kias = kalau udah demikian tidak diragukan lagi tentang wajib umat islam mengenal Allah, atau mengetahui Tuhan Kita. untuk apalagi dibahas, kalau orang itu punya akal yang sehat.

Sabriani Bade said...

salam buat saudara muslim semuanya..

sejak sepeninggal Rasulullah Muhammad swa maka ibadah keislaman dilanjutkan oleh para sahabat beliau yg dikenal khalifah rasulullah. Abu bakar, Umar, Usman dan ali karamallah wajhahu.

Yakinlah saudara ku bahwa keempat sahabat beliau menyampaikan risalah sesuai yang di tugaskan oleh Nabi Muhammad dan itulah sebabnya knp selanjutnya kdg terdapat sedikit perbedaan dalm syariat maupun dalam hakekatnya. Namun percayalah sepanjang masih diajarkan oleh murid nya turun temurun hingga saat ini dan tidak terputus maka jalan ibadah itu tergolong ibadah yg sah di mata Allah. ( MUTTABARAH).

Maka selamatlah kita menghadap Allah swt. Namun Tentu syaratnya tetap berpasangan antara SYARIAT DAN HAKIKAT. salah satu tidak di jalankan maka tetap dihitung NOL oleh ALLAH.

Maka daripada memperdebatkan antara status syariat ataw hakekakt maka lebih baik jangan pernah tinggalkan salah satunya. sebab hanya itulah satu satunya jalan keselamatan bertemu dg ALlah.

terima kasih semoga tanggapan ini bermanfaat..
wassalam

Flexii PLG said...

assalammualaikum.......kalau kita sudah mengenalNya didunia maka kita tdk akan buta diakhirat kelak. jika sudah kenal apa perlu adanya pertanyaan lagi. siapa aku dan siapa kamu............padahah satu jua adanya.............kenalah dirimu sebaik-baiknya. baru kamu bisa mengenal Nya. Jika kamu sudah kenal Dia maka selamatlah jasat dan ruhmu.............

Dakwah Muqmin said...

kalau hanya kenal belum berarti cinta. tetapi kalau cinta lebih dari kenal

junaidi jun said...

Allah itu cuma nama
Diambil dari asmaul husna
Barang siapa menyembah nama
Akan sesat selama-lamanya

Abu Raihan Al Biruni said...

Assalamu'alaikum ww,
Bagi antum yang tertarik untuk melanjutkan :
"tukar pendapat" perihal di atas, dengan ini diberitahukan bahwa rekaman seluruh komentar di atas sudah kami salin ulang dan pindahkan ke halaman FORUM KOMUNIKASI AS SUNNAH dengan topik yang sama.

Dengan demikian, agar bahasan tentang topik menarik ini menjadi bermanfaat bagi lebih banyak pembaca, maka selanjutnya kami anjurkan untuk diteruskan di halaman tsb.

Demikian untuk dimaklumi.
Terima kasih.
Wassalam.

Anonymous said...

Fana. Dng baka

Armadi madi said...

( QS. Asy- Samsi 8 ), PA, ALHAMAHA PUJURAHA WATAKWAHA = maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. kalau menyembah nama Allah tidak kenal punya nama berarti fasik (SESAT )

Dakwah Arifbillah said...

( Qs Al-Munafiqun 9 ). Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.

Post a Comment