Sunday, June 6, 2010

NAPAK TILAS HAJI WADA' RASULULLAH SAW - III


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Arafah
KHUTBAH ARAFAH
(Jumat 9-12-10 H. 6-3-632 M)
  1. Pada zaman Jahiliyah, kaum Quraisy berhenti wukuf di Masyaril Haram. Ketika Rasulullah saw. bergerak dari Mina menuju Namirah, beliau melihat kemah yang diperintahkannya untuk didirikan sudah siap, beliau singgah di sana. Ketika matahari mulai condong, Rasulullah saw. meminta seorang sahabat untuk mengambil untanya, Qushwaa', mereka meneruskan perjalanan sampai ke tengah lembah Arafah. Beliau berhenti di sebuah dataran tinggi di Arafah dan bersabda yang artinya, "Semua kawasan Arafah adalah tempat wukuf kecuali lembah Uranah."
  2. Rasulullah saw. meminta salah seorang sahabat yang bersuara nyaring yang bernama Rabiah bin Umaiah bin Khalaf Al Jamhi supaya mengulang-ulang sabda beliau agar semua orang mendengarnya. Rabiah berdiri di bawah leher unta Rasulullah saw. dan beliau bersabda: Berteriaklah dan katakan! "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: Apakah kalian tahu, bulan apakah sekarang ini؟" Begitulah seterusnya hingga akhir khutbah.
  3. Sebelum salat, Rasulullah saw. berkhutbah di atas tunggangannya. Setelah mengucapkan puja dan puji kepada Allah Taala beliau bersabda yang artinya: "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya darahmu dan hartamu diharamkan atas kamu sampai kamu bertemu dengan Tuhanmu, sebagaimana haramnya harimu ini dan bulanmu ini serta tempatmu ini. Sesungguhnya kamu sekalian akan menemui Tuhanmu, akan ditanyakan amal-amal perbuatan kalian. Sesungguhnya aku telah menyampaikan. Barangsiapa yang dititipi amanah kembalikanlah kepada yang punya; Ketahuilah! Sesungguhnya segala kasus zaman jahiliah berada di bawah telapak kakiku. Dam (diyat) pertama dari darah kita adalah darah Rabiah (dalam riwayat lain: Ibnu Rabiah) bin Harits bin Abdul Mutalib, ketika itu dia sedang disusukan di perkampungan Bani Sa`ad, kemudian dibunuh oleh Huzail."
  4. Semua jenis riba adalah terlarang, cukuplah bagi kamu sekalian modal pokok kalian, janganlah kalian saling zalim menzalimi, karena Allah memutuskan bahwa riba itu terlarang. Riba pertama yang aku larang adalah uang ribanya Abbas bin Abdul Mutalib, dan semua riba itu dilarang.
  5. Wahai manusia! Sesungguhnya setan telah berputus-asa untuk dapat disembah di bumimu ini untuk selama-lamanya. Tetapi yang ia inginkan adalah perbuatan-perbuatan buruk yang kalian lakukan. Maka berhati-hatilah terhadap setan demi agamamu.
  6. Wahai manusia! Sesungguhnya perbuatan mengundur-undurkan bulan haram itu adalah menambah kekufuran, orang-orang kafir disesatkan karena mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkanya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang diharamkan oleh Allah maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Sesungguhnya zaman berputar seperti hari ketika diciptakannya langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan, dalam riwayat yang lain: Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, empat diantaranya adalah bulan-bulan haram. Tiga bulan berturut-turut yaitu: Zulkaidah, Zulhijah, Muharram dan bulan Rajab yang berada antara bulan Jumadilakhir dan Syakban.
  7. Wahai Manusia! Bertaqwalah kepada Allah dan nasehatilah kaum wanita dengan baik, karena mereka lebih lemah dibanding kalian, mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka sendiri, kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah, kehormatan mereka dihalalkan atas kalian dengan kalimat Allah (dalam riwayat yang lain: Dengan Kitab Allah), dan kalian punya hak atas mereka sebagaimana mereka juga punya hak atas kalian. Di antara hak kalian atas mereka adalah mereka tidak diperkenankan membiarkan orang lain menjamah tempat tidur kalian (maksudnya adalah tidak melakukan perbuatan haram dengan laki-laki lain) dan tidak berbuat kekejian yang nyata, kalau mereka melakukan itu maka Allah mengizinkan kalian untuk meninggalkan tempat tidur mereka, memukul mereka dengan pukulan yang tidak mencederakan. apabila mereka tidak melakukan perbuatan-perbuatan tersebut, maka hak mereka adalah kalian berkewajiban memberi nafkah dan pakaian dengan cara yang baik.
  8. Camkanlah, wahai manusia sabdaku ini! sesungguhnya aku telah menyampaikan Aku tinggalkan kepada kalian dua hal, bila kalian memeliharanya, kalian tidak akan tersesat selama-lamanya (dalam riwayat yang lain: Sesuatu yang jelas) Kitab Allah Azzawajalla dan sunnah Nabi-Nya.
  9. Wahai sekalian manusia! Dengarkanlah perkataanku dan camkan. Kamu sekalian tahu bahwa sesungguhnya seorang muslim adalah saudara bagi seorang muslim yang lain (dan dalam riwayat yang lain: Saudara bagi seorang muslim) sesungguhnya kaum muslimin adalah bersaudara, tidak dihalalkan bagi seorang muslim harta saudaranya yang muslim kecuali yang diberikan dengan senang hati, janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri. Ketahuilah bahwa hati itu tidak berkhianat dalam tiga perkara: Ikhlas berbuat karena Allah Taala, menasehati para pimpinan pemerintahan dan tetap bersama jamaah kaum muslimin. Sesungguhnya doa mereka senantiasa mengiringi mereka. Barangsiapa yang niatnya karena dunia niscaya Allah akan menjadikan kefakiran di depan mata mereka, Allah akan mencerai-beraikan hasil usaha mereka dan tidak akan mereka dapati kecuali apa yang telah ditetapkan untuknya. Barangsiapa yang niatnya untuk akhirat, Allah Taala akan mengaruniakannya kekayaan hati dan akan mencukupkan apa yang ada padanya bahkan akan diberikan kekayaan dunia yang berlimpah, dan yang terakhir itu sebenarnya tidaklah berharga. Sesungguhnya Allah akan memberi rahmat orang yang mendengar perkataanku kemudian memahaminya dan menyampaikannya kepada orang lain. Berapa banyak orang yang menyebarkan informasi tetapi bukan ahlinya dan berapa banyak orang yang mendapat informasi lebih memahami permasalahan dari penyampai informasi tersebut.
  10. Budak-budakmu! Budak-budakmu! Berilah mereka makan dari apa-apa yang kamu makan dan berilah mereka pakaian sebagaimana kamu berpakaian. Apabila mereka melakukan perbuatan dosa yang tidak dapat kamu maafkan maka juallah, wahai hamba-hamba Allah, dan jangan kalian siksa mereka.
  11. Aku berwasiat tentang tetanggamu; demikian beliau berwasiat sampai berkali-kali sehingga kami mengatakan barangkali beliau akan menetapkan hak waris (bagi tetangga).
  12. Wahai manusia! Sesungguhnya Allah Taala telah memberikan hak-hak kepada para pemiliknya. Sesungguhnya tidak ada wasiat bagi ahli waris. Anak adalah dari hasil perkawinan yang sah dan bagi pezina adalah dirajam dengan batu. Barangsiapa yang mengaku sebagai anak dari orang yang bukan ayahnya dan tunduk kepada tuan yang bukan tuannya maka laknat Allah, para malaikat dan seluruh manusia akan menimpanya. Allah tidak akan menerima segala urusan dan peradilan yang dia lakukan. Barang pinjaman mesti dikembalikan, pemberian pasti akan dibalas, hutang haruslah dibayar dan barangsiapa yang menjamin, wajib menunaikan jaminannya.
  13. Sesungguhnya orang-orang musyrik dan para penyembah berhala bertolak dari sini ketika matahari terbenam sampai matahari berada di atas bukit seperti sorban seorang lelaki yang dipakai di atas kepalanya. Ajaran kita berbeda dengan ajaran mereka, mereka bertolak dari Masyaril Haram ketika terbit matahari ke atas puncak bukit-bukit seperti sorban lelaki di atas kepalanya. Lalu mereka berkata, " Telah bersinar bukit Tsabir (sebuah bukit yang terletak di Mina) supaya kita dapat pergi menyembelih kurban." Maka Allah mengakhirkan yang ini dan mendahulukan yang ini, yaitu mendahulukan Muzdalifah sebelum terbit matahari dan mengakhirkan Arafah sampai terbenam matahari. Kami tidak bertolak dari Arafah sampai terbenam matahari dan bertolak dari Muzdalifah sampai terbitnya matahari. Ajaran kami tidak sama dengan ajaran kaum penyembah berhala dan orang musyrik.
  14. Kamu sekalian akan ditanya tentangku, maka apa yang akan kalian katakan؟ Mereka menjawab, "Kami bersaksi bahwa Anda telah menyampaikan, Anda telah menunaikan amanah dan Anda telah menasehati kami." Rasulullah saw. bersabda kepada orang banyak dengan telunjuk jarinya diangkat ke atas, Yang artinya: Ya Allah! Saksikanlah, ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah.
Ø Setelah Rasulullah saw. menyampaikan khutbah Arafah, Sahabat Bilal kemudian melantunkan azan untuk salat, kemudian Rasulullah saw. berdiri menunaikan salat Zuhur dua rakaat, kemudian berdiri lagi dan menunaikan salat Asar dua rakaat. Rasulullah saw. tidak menyela antara kedua salat tersebut dengan salat yang lain
Ø Rasulullah saw. menunggang untanya hingga sampai ke tempat wukuf dan memberhentikan untanya yang bernama Qushwaa' di sekitar bukit Musath menghadap kiblat.

Arafah
WUKUF
(Jum'at 9-12-10 H. 6-3-632 M)
  1. Rasulullah saw. melakukan wukuf sampai matahari tenggelam dan mega kuning mulai hilang sedikit serta bentuk matahari mulai tidak kelihatan.
  2. Pada saat itu telah turun firman Allah Taala yang berbunyi:
اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
Artinya: "Pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah aku sempurnakan nikmatku atasmu dan Aku rela Islam sebagai agama bagimu."

3. Para sahabat ragu apakah Rasulullah saw. puasa pada hari ini, mereka menyuruh Ummu Fadhl dan Maimunah ra. membawa susu untuk beliau, pada saat itu Rasulullah saw. masih wukuf di tempat wukuf. Rasulullah saw. meminum susu tersebut dan para sahabat semua memperhatikan beliau dan mereka mengerti bahwa tidak dibenarkan berpuasa bagi orang yang sedang wukuf di Arafah.
4. Rasulullah saw. melihat sebagian sahabat berwukuf di tempat yang jauh dari tempat wukuf, lalu beliau mengutus Zaid bin Murabba` Al Anshari untuk menemui mereka dan berkata, "Sesungguhnya aku adalah utusan Rasulullah saw., beliau bersabda kepada kamu sekalian, "Kamu hendaklah berada di kawasan Masyar. Sesungguhnya kamu mewarisi peninggalan ayahmu Nabi Ibrahim as."
5. Seorang sahabat yang berasal dari Najed, bertanya kepada Rasulullah saw.--ketika beliau sedang wukuf di Arafah-- tentang haji. Rasulullah saw. menjawab, "Haji adalah wukuf di Arafah, barangsiapa yang telah sampai pada malam Arafah sebelum terbit fajar hari berkumpul (hari Arafah), maka telah sempurnalah hajinya."
6. Ketika seorang lelaki berwukuf bersama Rasulullah saw. tiba-tiba dia terjatuh dari tunggangannya dan meninggal. Rasulullah saw. memerintahkan supaya laki-laki tersebut dikafani dengan pakaiannya, tidak diberi wangi-wangian, dimandikan dengan air dan daun bidara serta tidak ditutup kepala dan mukanya. Sesungguhnya Allah Taala akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan bertalbiyah.
7. Di antara doa yang paling banyak dibaca Rasulullah saw. pada hari Arafah ialah:

لاإِله إِلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki kekuasaan, Dialah yang memiliki segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu."
8. Rasulullah saw. bersabda, "Doa terbaik yang saya dan para Nabi saw. sebelumku pada petang hari Arafah ialah:

لاإِله إِلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير
Artinya: "Tidak ada tuhan yang patut di sembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya Dialah yang memiliki kekuasaan dan Dialah yang memiliki segala puji dan Dia berkuasa atas segala sesuatu."
9. Pada hari Arafah Zubair bin Awwam mendengar Rasulullah saw. membaca ayat:

شهد الله أنه لا إِله إِلا هو والملائكة وأولو العلم قائما بالقسط لا إِله إِلا هو العزيز الحكيم
Artinya: "Allah menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang sedemikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."
10. Dari doa Rasulullah saw. pada hari Arafah yang tersimpan sampai sekarang ialah:

اللهم لك صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي، وإِليك مآبي، و لك تراثي، اللهم إني أ عوذ بك من عذاب القبر، ووسوسة الصدر وشتات الأمر، اللهم إني أعوذ بك من شر ما يجيء به الريح، ومن شر ما يلج في الليل وشر ما يلج في النهار وشر بوائق الدهر
Artinya: "Wahai Tuhanku! Bagi-Mu segala puji sebagaimana yang kami katakan, dan bagi-Mu adalah segala kebaikan sebagaimana yang kami katakan. Ya Allah milik Kamu segala salatku, ibadahku, hidupku dan matiku. Kepada-Mulah tempatku kembali dan bagi-Mu segala peninggalanku. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari adzab kubur dan dari penyakit hati yang was-was dan dari segala perkara yang tercerai-berai. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari bahaya yang dibawa oleh angin, dan dari keburukan yang timbul di malam dan siang hari, juga dari bencana yang dibawa oleh hari-hari (zaman)."
11. Beliau melanjutkan;

الله إنك تسمع كلامي، وتعلم سري وعلانيتي، لا يخفي عليك شيء من أمري، أنا البائس الفقير، المستغيث المستجير، الوجل المشفق المقر المعتر بذنبه، أسألك مسألة المسكين، وأبتهل إِليك إبتهال المذنب الذليل، وأدعوك دعاء الخائف الضرير، من خضعت لك رقبته، وفاضت لك عبرته، وذل جسده، ورغم أنفه
Artinya: "Ya Allah sesungguhnya Engkau mendengar perkataanku dan melihat tempatku, dan mengetahui rahasiaku dan lahirku, tidak ada satupun perkaraku yang tersembunyi dari-Mu. Aku hamba yang kerdil dan miskin, yang membutuhkan pertolongan dan perlindungan. Hamba yang memohon belas kasihan, yang membenarkan dan mengakui dosa-dosanya. Aku meminta kepada-Mu sebagai permintaan orang yang membutuhkan. Aku mengadu kepada-Mu sebagai pengaduan orang bersalah yang hina. Aku berdoa kepada-Mu doa orang yang takut dan buta akan apa-apa. Orang yang berlutut hanya ke hadapan-Mu, yang mengeluarkan segala aduannya hanya kepada-Mu, yang membungkukkan dirinya hanya kepada-Mu."
12. Beliau melanjutkan lagi;

لاإِله إِلا الله وحده لا شرِيك له، له الملك وله الحمد بيده الخير وهو على كل شيء قدير، اللهم اجعل في قلبي نورا، وفي صدري نورا، وفي سمعي نورا، وفي بصري نورا، اللهم اشرح لي صدري، ويسر لي أمري، وأعوذ بك من وسواس الصدر وشتات الأمر، وفتنة القبر، اللهم إني أعوذ بك من شر ما يلج في الليل، وشر ما يلج في النهار وشر ما تهب به الرياح، ومن شر بوائق الدهر
Artinya: "Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah Taala tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki kekuasaan dan segala pujian dan disisi-Nya segala kebaikan. Dan Dia berkuasa atas segala perkara. Ya Allah berilah hati ini cahaya-Mu dan pada penglihatanku cahaya dan pada pendengaranku cahaya. Ya Allah lapangkanlah dadaku ini, dan mudahkanlah urusanku. Dan aku berlindung kepada-Mu dari godaan hati, dan dari urusan yang bercerai-berai dan dari fitnah kubur. Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari keburukan yang dibawa malam dan keburukan yang di bawa siang dan dari keburukan yang dibawa angin dan dari bencana yang dibawa zaman."
13.Rasulullah saw. berkhutbah pada hari Arafah, "Wahai manusia! Sesungguhnya Allah Taala pada hari ini bersedia mengampuni segala dosa-dosa kalian kecuali kesalahan yang bersangkutan dengan orang lain di kalangan kamu. Dan membalas keburukan kalian dengan kebaikan. Dan mengabulkan segala permintaan orang yang berbuat kebaikan. Maka dari itu bergegaslah memohon dengan nama Allah,

اللهم لاتجعلني بدعائك رب شقيا، وكن بي رءوفا رحيما يا خير المسؤولين ويا خير المعطين
Artinya: "Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan doaku ini sia-sia, kasihani dan sayangilah aku wahai Tuhan sebaik-sebaik tempat meminta dan sebaik-baik Pemberi."

Arafah
BERTOLAK KE MUZDALIFAH
(Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M)
  1. Setelah matahari tenggelam pada hari Arafah, dan telah betul-betul tenggelam yaitu dengan hilangnya ufuk kuning, Nabi saw. memboncengkan Usamah bin Zaid ra. di belakang beliau.
  2. Kemudian berjalan, perjalanan tersebut tidak cepat dan tidak pelan, apabila beliau tiba di kawasan yang luas dan lapang beliau mempercepat perjalanannya dan apabila beliau tiba di kawasan yang berbukit (tempat agak tinggi), beliau mengulurkan tali kekang untanya yang bernama Adhbaa' sehingga untanya bebas mendaki. Beliau senantiasa mengucapkan talbiah selama perjalanan tanpa henti.
  3. Beliau berseru kepada khalayak ramai, "Wahai sekalian manusia, tenanglah! Karena kebaikan itu tidak dicapai dengan tergopoh-gopoh."
  4. Di tengah perjalanan, Nabi saw. berhenti sebentar di lereng bukit yang terletak di sebelah kiri jalan dan berada antara dua tempat yang Nabi saw. pernah berhenti, lalu beliau membuang air kecil dan berwudhu. Lalu Usamah bertanya, "Apakah kita akan salat wahai Rasulullah؟" Beliau menjawab, "Kita akan salat di tempat yang akan kita lalui nanti."
Arafah
PENGENALAN LOKASI
(Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M)
Muhassir
Terletak antara Mina dan Muzdalifah, tetapi bukan termasuk wilayah Mina juga bukan masuk dalam wilayah Muzdalifah. Dan di tempat inilah turun azab Allah atas Ashabul Fil (pasukan penunggang gajah), karena itulah, tempat ini dinamai Muhassir karena gajah-gajah digiring sampai letih ditempat itu dan tidak dapat lagi melakukan perjalanan.

`Uranah
Ia terletak antara Arafah dan Masy`aril Haram.
  • Antara dua masyar terdapat tempat yang tidak masuk dalam wilayah keduanya.
  • Mina termasuk tanah haram dan ia adalah masy`ar.
  • Muhassir termasuk tanah haram akan tetapi bukan masy`ar.
  • Muzdalifah merupakan tanah haram dan juga merupakan masy`ar.
  • Uranah bukan tanah haram juga bukan masyar, ia adalah tanah halal.
  • Arafah adalah tanah halal dan merupakan masyar.
Musdalifah
SHALAT MAGRIB
(Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M)
  1. Ketika Rasulullah saw. sampai di Muzdalifah beliau berhenti di dekat api yang berada di Quzah kemudian berwudhu dan menyempurnakan wudunya. Kemudian menyuruh salah seorang untuk melantunkan azan kemudian beliau menunaikan salat Magrib sebelum menurunkan barang-barang dan mendudukkan unta, maka ketika barang-barang telah diturunkan beliau memerintahkan untuk iqamah kemudian mendirikan salat Isya hanya dengan iqamat saja tanpa azan, tidak menyela-nyela antara kedua salat tersebut dengan salat apapun.
  2. Rasulullah saw. malam itu tidur di Muzdalifah sampai pagi tanpa menunaikan salat malam.
  3. Menjelang Subuh, beberapa orang anak-anak dan perempuan yang tergolong berbadan lemah termasuk Saudah dan Ummu Habibah meminta izin kepada beliau untuk berangkat dulu ke Mina sebelum penuh oleh orang banyak. Pada saat itu bulan telah tenggelam tetapi fajar belum menyingsing, Rasulullah saw. mengizinkan mereka.
  4. Rasulullah saw. memerintahkan anak-anak kecil untuk tidak melempar jumrah sebelum terbit fajar dan memberi izin kepada orang-orang perempuan untuk melempar sebelum terbit matahari karena keadaan mereka yang lebih susah dan lebih utama untuk ditutupi. Di antara yang ikut melempar bersama kaum perempuan adalah Asma binti Abu Bakar dan Ummu Salamah [Baca selanjutnya]
Napak Tilas Haji Wada' Rasulullah SAW Bagian [I] [II] [III] [IV]



0 komentar:

Post a Comment