Sunday, June 6, 2010

NAPAK TILAS HAJI WADA' RASULULLAH SAW - IV



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
Mina
BERCUKUR
(Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M)

1. Seusai menyembelih binatang kurban, Nabi saw. memanggil seorang tukang cukur bernama Muammar, yang kemudian mencukur rambutnya. Pada saat tukang cukur berdiri di samping kepala beliau dengan memegang pisau, datang kaum muslimin meminta sebagian rambutnya. Rasulullah saw. memandangi wajah tukang cukur sambil berkata, "Wahai Muammar, Rasulullah saw. telah mengizinkanmu untuk memegangi daging telinganya saat di tanganmu ada pisau cukur." Muammar menjawab, "Demi Allah wahai Rasulullah, sungguh hal itu merupakan nikmat dan anugerah Allah untukku." Rasulullah saw. berkata lagi, "Ambil ini (menunjuk ke sebelah kanan kepalanya)." setelah selesai mencukur bagian itu beliau membagi-bagikan rambutnya kepada yang datang kepadanya. Kemudian beliau memberi isyarat kepada tukang cukur, untuk mencukur bagian kirinya. Setelah selesai, beliau menyeru Abu Thalhah, "Ke sini kau Abu Thalhah! Kemudian memberinya potongan rambut untuk selanjutnya ia bagi-bagikan kepada yang lain."

2. Demikianlah, beliau mencukur rambut sampai bersih, memotong sebagian kumis dan kedua jambang serta memotong kuku dan memerintahkan menanam rambut dan kuku itu.

3. Kemudian pada saat itu, Khalid bin Walid ra. meminta rambut yang berada di atas dahi beliau, Rasulullah memberikan kepadanya, selanjutnya Khalid meletakkan rambut tersebut di bagian depan surbannya sehingga setiap kali bertemu dengan sekelompok musuh dalam peperangan selalu dapat mematahkannya.

4. Kebanyakan sahabat mencukur bersih rambut mereka, sedang sebagian yang lain hanya memendekkan saja. Kemudian Rasulullah saw. berdoa,


اللهم اغفر للمحلقين
(Wahai Tuhanku! Ampunilah mereka yang mencukur bersih rambutnya). Dengan mengulanginya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau ditanya, "Bagaimana dengan orang yang memendekkan saja wahai Rasulullah?" Beliaupun berkata: "juga orang-orang yang memendekkannya", dalam kali yang keempat."

5. Setelah selesai bercukur, beliau memakai wangi-wangian dan baju. Seterusnya orang-orang lainpun bertahallul.


6. Seorang lelaki datang menemui Rasulullah saw. lalu berkata, "Aku telah bercukur sebelum menyembelih." Nabi saw. menjawab, "Sembelihlah, tidak apa-apa." Kemudian datang pula seorang lelaki lain lalu bertanya,
"Wahai Rasulullah!
Aku telah menyembelih sebelum aku melontar." Nabi saw. bersabda, "Lontarlah, tiada apa-apa." Selanjutnya tiada pertanyaanpun mengenai pengajuan atau pengunduran yang diajukan kepada beliau pada saat itu kecuali beliau jawab dengan, "Lakukanlah tidak apa-apa."

7. Setelah itu Nabi saw. mengutus Abdullah bin Hudzafah As Sahmi ra. (dalam riwayat lain Kaab bin Malik) untuk menyeru orang-orang yang berada di Mina bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, " "Sesungguhnya hari ini adalah hari makan, minum, kawin dan mengingat Allah Ta`ala.


Masjidilharam
TAWAF IFADAH
(Sabtu 10-12-10 H. 7-3-632 M)

1. Kemudian Rasulullah saw. bertolak ke Mekah sebelum waktu Zuhur dengan menunggang unta serta diiringi oleh Muawiah bin Abu Sofyan dari Mina hingga ke Mekah. Kemudian beliau melakukan tawaf Ifadah yaitu tawaf ziarah yang dinamai juga dengan Tawafus Shadr (Tawaf permulaan).

2. Rasulullah saw. melakukan tawaf di Baitullah ketika haji Wada' dengan menunggang unta dan menyalami Rukun (Hajar Aswad) dengan menggunakan tongkat beliau sehingga dapat dilihat oleh orang banyak. Mereka bersesak-sesak mengerumuni beliau untuk bertanya sesuatu.

3. Rasulullah saw. salat Zuhur di Mekah, kemudian kembali ke Mina dan menjumpai orang ramai sedang menunggu beliau. Beliau mengimami para shahabat di Mina pada akhir waktu Zuhur.


4. Rasulullah saw. bermalam di Mina pada malam Ahad untuk menunggu hari-hari Tasyrik (11,12 dan 13 Zulhijah).


5. Beliau pergi ke sumur Zamzam, seusai melakukan tawaf. Ketika ituorang-orang sedang minum. Beliaupun bersabda, "Kalaulah bukan karena orang-orang itu akan mengalahkanmu dalam mengambil air Zamzam, wahai anak Abdul Mutalib, niscaya aku akan turun, minum bersamamu."


6. Kemudian Rasulullah saw. pergi ke tempat air lalu meminta agar diberi minum. Abbas berkata, "Fadhl! Pergilah kau menemui ibumu, kemudian ambilkan untuk Rasulullah air minum daripadanya." Nabi saw. bersabda, "Beri aku minum!" Ibu Fadhl menjawab, "Wahai Rasulullah saw. orang-orang telah mencelupkan tangan-tangan mereka ke dalam air itu." Beliau menyambung, "Beri minum aku dengan air yang diminum oleh orang-orang!" Kemudian beliau minum dari air itu lalu pergi ke Zamzam dan minum sambil berdiri.

* Aisyah ra. melakukan sekali tawaf dan sekali sai saja pada hari itu, telah memenuhi syarat untuk ibadat haji dan umrah beliau.

* Sofiah r.a. juga melakukan tawaf pada hari itu, tapi kemudian ia haid. Rasulullah saw. bersabda, "Tawafnya telah memenuhi syarat dan tidak perlu lagi melakukan tawaf wada'." Diapun tidak melakukan tawaf wada`.

Mina
MELONTAR JUMRAH

(Minggu 11-12-10 H. 8-3-632 M)

1. Setelah kembali berada di Mina, Rasulullah saw. menunggu tergelincir matahari, kemudian beliau berjalan kaki menuntun hewan tunggangannya ke tempat jumrah tanpa menaikinya.

2. Rasulullah saw. mulai melontar dari Jumrah Ula (pertama) yang terletak setelah Mesjid Khaif dengan tujuh biji batu, satu demi satu, dengan mengucapkan, الله أكبر pada setiap lemparan. Kemudian beliau maju ke depan di lembah yang lebih rendah, berdiri menghadap kiblat sambil mengangkat tangan, beliau berdoa dengan doa yang sangat panjang, sepanjang bacaan surah Al Baqarah.

3. Kemudian terus menuju ke
Jumrah Wustha (tengah) dan melempar sebagaimana sebelumnya. Beliau membelok ke sebelah kiri, di tempat sesudah Wada', lalu berdiri menghadap kiblat dan membaca doa hampir sepanjang doa yang pertama.

4. Seterusnya beliau menuju ke
Jumrah Aqabah lalu turun ke lembah dengan menghadap ke arah jumrah dengan menjadikan Baitullah berada di sebelah kiri dan Mina di sebelah kanan, dan melempar sebanyak tujuh kali pula.

5. Menurut perkiraan yang paling kuat, dahulu Nabi saw. melempar sebelum salat Zuhur, setelah matahari condong,
kemudian kembali ke Mina dan menunaikan salat (Zuhur).

Catatan:
1. Nabi saw. telah melempar tiga jumrah: Ula, Wustha dan Aqabah.

2. Diriwayatkan bahwa surah An Nashr diturunkan kepada Rasulullah saw. pada hari ini dan beliau mengetahui bahwa hari itu adalah Wada' (perpisahan). Beliau meminta seorang sahabat untuk mengambilkan unta tunggangannya yang bernama Qushwaa' yang selanjutnya beliau pergi mengendarainya. Beliau berhenti di Jumrah Aqabah lalu orang-orang ramai berkumpul mengelilingi beliau. Beliau memuji Allah Taala dan mensyukuri apa yang semestinya disyukuri dan bersabda, "selanjutnya, wahai sekalian manusia! "Ketauhilah bahwa Tuhan kamu sekalian adalah Tuhan Yang Satu, bapakmu adalah satu, ketahuilah bahwa tiada kelebihan bagi orang Arab atas yang lain, begitu juga sebaliknya, juga tidak ada kelebihan orang yang berkulit merah atas yang berkulit hitam kecuali dengan taqwa. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sudahkah aku menyampaikan؟" Mereka menjawab, "Rasulullah saw. telah menyampaikannya." Beliau kemudian bersabda, "Yang datang agar menyampaikan kepada yang tidak datang, karena betapa banyak orang yang diberi informasi lebih menguasai masalah daripada orang yang menyampaikan sendiri."

3. Kemudian Nabi saw. bersabda, "Wahai sekalian manusia!"

إنما النسيء زيادة في الكفر يضل به الذين كفروا يحلونه عاما ويحرمونه عاما ليواطئوا عدة ما حرم الله
Artinya: "Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram adalah menambah kekafiran, orang-orang kafir disesatkan karena mengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya." Ketahuilah bahwa waktu telah berputar kembali lagi sebagaimana awal Allah menciptakan langit dan bumi, kemudian membaca:

إن عدة الشهور عند الله إِثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السماوات والأرض منها أربعة حرم، ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم
Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah semasa Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus. Janganlah kamu menzalimi diri kamu dalam empat bulan tersebut." " Tiga bulan berturut-turut: Zulkaidah, Zulhijah, Muharram serta Rajab yang dikenal dengan bulan mudarat yaitu bulan yang terletak di antara bulan Jumadilakhir dan Syakban. Setiap bulan terdiri dari dua puluh sembilan atau tiga puluh hari. Sudahkah aku menyampaikannya؟ Orang-orang menjawab, "Ya!" Beliau bersabda, "Ya Allah saksikanlah!"

4. Amru bin Yatsribi bertanya, "Wahai Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku menjumpai kambing-kambing sepupuku lalu aku ambil satu ekor dan memanfaatkannya؟" Rasulullah saw. bersabda, "Sekiranya kamu berjumpa binatang tersebut bersama dengan pisau (sembelih) dan kayu untuk memasak di suatu kawasan padang pasir (kawasan yang sunyi), janganlah kamu mengusiknya!"

5. " Beliau bersabda lagi, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya para wanita (para isteri) mempunyai hak atas kamu sekalian. Janganlah mereka membawa seorang laki-laki lain ke atas kasurmu, juga tidak dibenarkan bagi mereka membawa masuk orang yang tidak kamu sukai ke dalam rumahmu kecuali dengan seizinmu, apabila mereka melakukannya maka telah diizinkan kepadamu sekalian untuk meninggalkan (pisah tempat tidur) dan memukul mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Apabila mereka telah berhenti lalu menurut kepadamu, maka mereka berhak lagi atas rezeki dan pakaian mereka dari kamu dengan cara yang baik. Sesungguhnya para wanita adalah golongan yang lemah dibandingkan diri kamu, mereka tidak mampu mempertahankan dirinya sama sekali, kamu sekalian telah mengambil mereka dengan amanat Allah, telah menghalalkan alat kelamin mereka dengan kalimat Allah, maka bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah terhadap wanita, kemudian berpesanlah kepada mereka dengan pesan yang baik! Sudahkah aku menyampaikannya?"Para sahabat berkata, "Ya, Nabi saw."

6. Kemudian beliau bersabda," "Wahai manusia! Sesungguhnya setan telah putus asa untuk bisa disembah di bumimu ini, tetapi dia telah rela untuk diikuti dalam hal yang selain itu (disembah), hal yang kamu sekalian sama menghinanya, ia telah rela akan hal itu. Sesungguhnya seorang muslim adalah saudara seorang muslim yang lain, sesungguhnya kaum muslimin adalah bersaudara,Tidak halal bagi seorang muslim darah dan harta saudaranya kecuali dengan kerelaan hatinya. Sesungguhnya aku telah diperintahkan agar memerangi manusia hingga mereka mengucapkan kata la ilaha illallah. Apabila mereka telah mengucapkannya maka darah dan harta mereka telah terjaga dariku kecuali dengan jalan yang hak, selanjutnya Allah yang berhak menghisabnya. Janganlah kamu sekalian berbuat aniaya terhadap diri kamu sendiri, " Janganlah kembali setelahku nanti kepada kekafiran, sebagian kamu memukul leher sebagian yang lain. Aku telah meninggalkan kepadamu sesuatu, apabila kalian mengambilnya, maka tidak akan tersesat, yaitu, Kitab Allah. Sudahkah aku menyampaikannya؟" Para sahabat berkata, "Ya." Dan bersabda lagi, "Ya Allah, saksikanlah!"

1. Rasulullah saw. tidak segera menyelesaikan lemparan jumrah dalam waktu dua hari, tapi beliau menangguhkan sampai menyelesaikan lemparan pada tiga hari tasyrik, kemudian beliau bertolak pada hari Selasa setelah Zuhur, ke Muhasshab, yaitu Abthah atau Khaif Bani Kinanah.

2. Beliau mendapatkan Abu Rafi' telah mendirikan sebuah kemah di sana dengan susah payah, --dengan taufiq dari Allah-- tanpa perintah dari Rasulullah saw. Kemudian beliau salat Zuhur, Asar, Magrib dan Isya serta tidur sebentar.


3. Kemudian Rasulullah saw. berangkat menuju Mekah.


4. Aisyah ra. berkata, "Wahai Rasulullah! Orang-orang akan pulang dengan haji dan umrah sedangkan aku akan pulang hanya dengan haji." Rasulullah saw. bertanya, "Adakah kamu telah tawaf pada malam-malam ketika kita sampai di Mekah؟" Ia menjawab, "Tidak." Rasulullah saw. memanggil Abdur Rahman bin Abu Bakar ra. lalu berkata, "Keluarlah dengan saudarimu dari Tanah Haram (ke Tanim)." Juga berkata kepada Aisyah ra., "Pergilah bersama saudara kamu ke Tanim dan niatlah umrah, kemudian ingatlah tempat untuk bertemu, lalu temuilah aku di Muhasshab." Aisyah ra. berkata, "Allah memberikan kesempatan bagiku untuk menyelesaikan umrahku, aku selesaikan tawaf pada tengah malam dan kami temui Nabi saw. di Muhasshab." Nabi saw. bertanya, "Kamu berdua telah selesai؟" Kami menjawab, "Sudah." Lalu beliau mengizinkan orang-orang untuk pergi.


Mina
HARI-HARI TASYRIK
(Minggu 11-12-10 H. 8-3-632 M)
  1. Hari-hari Tasyrik ialah tanggal 11,12 dan 13 Zulhijah. Para jemaah haji hendaknya bermalam di Mina pada hari-hari Tasyrik untuk melempar jumrah. Hari kesebelas bulan Zulhijah dinamakan dengan hari Ru'us (kepala), karena pada malam hari itu mereka sama memasak kepala-kepala binatang yang telah mereka sembelih pada hari Raya Qurban, kemudian mereka makan pada waktu paginya.
  2. Allah Taala menunjuk hari-hari Tasyrik di dalam firman-Nya:
فمن تعجل في يومين فلا إثم عليه ومن تأخر فلا إثم عليه لمن اتقى
Artinya: "Barangsiapa yang tergesa-gesa (meninggalkan Mina) dalam waktu dua hari, dia tidaklah berdosa dan barangsiapa yang memperlambat (meninggalkan Mina), dia tidaklah berdosa, yaitu bagi orang-orang yang bertaqwa."

Bagi seorang muslim agar bermalam di Mina pada ketiga hari Tasyrik tersebut tapi boleh juga untuk mempercepatnya dalam waktu dua hari saja.

  • Rasulullah saw. bermalam di Mina pada ketiga hari Tasyrik tanpa tergesa-gesa (meninggalkan Mina), selama itu beliau melempar tiga jumrah dalam tiga hari berturut-turut.
  • Abbas, paman Nabi saw. meminta izin untuk bermalam di Mekah pada malam-malam Mina demi tempat pemberian minumnya, lalu Nabi saw. pun mengizinkannya. Penggembala unta juga meminta izin untuk bermalam di luar Mina dan Nabi saw. juga mengizinkan mereka, mereka diberi keringanan untuk melempar jumrah pada hari Raya Qurban lalu mereka kumpulkan lemparan untuk dua hari setelah hari Qurban pada salah satu dari keduanya.
Mina
PERISTIWA LAIN
(Minggu 11-12-10 H. 8-3-632 M)
  1. Saad bin Abi Waqash menderita sakit dan Nabi saw. pun datang menjenguknya. Dia berkata, "Wahai Rasulullah! dalam diriku terdapat penyakit sebagaimana engkau lihat. Aku mempunyai harta dan tidak ada yang berhak mewarisinya kecuali seorang anak perempuan. Bolehkah aku menyedekahkan dua pertiga dari hartaku؟" Nabi saw. menjawab, "Jangan!" Aku (Saad) bertanya, "Separuh؟" Nabi saw. menjawab, "Jangan." Aku bertanya lagi, "Bagaimana kalau sepertiganya؟" Nabi saw. berkata, "Ya sepertiga, sepertiga itu sudah banyak. Sesungguhnya, kamu meninggalkan ahli waris kamu dalam keadaan kaya adalah lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, meminta-minta kepada orang lain. Sungguh kamu tiada membelanjakan harta, yang darinya kamu mengharapkan rida Allah Taala, kecuali akan mendapatkan pahala, sampai apa-apa yang kamu suapkan kepada mulut istrimu." Dia berkata, "Wahai Rasulullah! Apakah aku akan berdiam di sini ditinggal oleh saudara-saudaraku؟" Nabi saw. menjawab, "Kamu tidak akan tinggal di sini kemudian mengerjakan perbuatan baik kecuali akan bertambah baik dan tinggi derajatmu. Atau barangkali jika engkau tinggal di sini akan banyak kaum yang mengambil manfaat darimu dan akan membahayakan kaum lain (yang jahat). Ya Allah! Lestarikanlah hijrah sahabat-sahabatku dan jangan engkau kembalikan mereka kepada masa lalu mereka!"
  2. Rasulullah saw. memerintahkan seseorang untuk menemani Saad bin Abi Waqash lalu berkata, "Jika meninggal di Mekah, janganlah engkau kuburkan di situ, karena orang itu tidak suka meninggal di bumi tempat asal ia berhijrah."

Masjidilharam
TAWAF WADA
(Rabu 14-12-10 H. 11-3-632 M)
  1. Rasulullah saw. memasuki Mekah pada malam hari, tepatnya waktu dini hari, lalu melakukan Tawaf Wada dengan berjalan kaki, tanpa menunggang kendaraan dan tanpa berlari-lari. Itu adalah masa terakhir beliau di Kakbah.
  2. Kemudian keluar menuju dataran rendah Mekah, berjalan pergi ke Muhassab lalu memanggil para sahabatnya untuk pulang ke Madinah Munawwarah (Kota yang bersinar).
MAsjidilharam
KEMBALI KE MADINAH

(Rabu 14-12-10 H. 11-3-632 M)

Ketika melihat Madinah, Rasulullah saw. bertakbir tiga kali dengan membacakan:

اللهم أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إِله إِلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير، آيبون عابدون ساجدون، لربنا حامدون، صدق الله وعده، ونصر عبده، وهزم الأحزاب وحده، اللهم إنا نعوذ بك من وعثاء السفر وكآبة المنقلب وسوء المنظر في الأهل والمال والولد، اللهم بلغنا بك بلاغا صالحا، يبلغ إِلى الخير بمغفرة منك ورضوان


Artinya,"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Kami adalah orang-orang yang kembali, orang-orang yang beribadat, orang-orang yang sujud, dan hanya kepada Tuhan kami, kami memuji. Maha menepati janji, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan musuh-musuh dengan sendirian

Ya Allah! Aku berlindung kapada-Mu dari segala susahnya perjalanan, kesedihan, dan pandangan buruk terhadap keluarga, harta benda, dan anak. Ya Allah! Sampaikanlah kami dengan kesampaian yang baik, yang akan sampai kepada suatu kebaikan karena ampunan dan ridha-Mu."


SELESAI

Napak Tilas Haji Wada' Rasulullah SAW Bagian [I] [II] [III] [IV]


0 komentar:

Post a Comment