TANYALAH HATI NURANIMU

Rasulullah SAW bersabda; "Tanyakan pada hatimu sendiri! Kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, sedangkan dosa adalah sesuatu yang menimbulkan keraguan dalam jiwa dan rasa gundah dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya." [HR Imam Ahmad bin Hanbal]

Minggu, 09 Mei 2010

SHALAT JUMAT

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Seorang 'Muslim' yang dengan sengaja meninggalkan Shalat Jum'at berkali-kali [tanpa udzur] dikatakan "kafir", bukan berarti dia telah keluar dari agama Islam, akan tetapi hakekatnya karena ia telah berbuat "durhaka" dan berani "menentang" Perintah dari ALLAH SWT! Na'udzubillahi mindzaliq!

Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Jabir r.a., katanya dia mendengar Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya tali penghubung antara seseorang dengan syirik dan kafir, ialah meninggalkan shalat."

Shalat yg dimaksud diatas tentunya adalah shalat fardhu (wajib), termasuk juga shalat Jum'at yg diwajibkan-Nya bagi umat Islam.

Pada suatu ketika, 'Itban bin Malik r.a., yang menjadi imam shalat di mesjid suatu desa, mengundang Nabi SAW untuk shalat berjamaah di rumahnya, agar selanjutnya rumah sang imam masjid yang tunanetra itu dapat dijadikan mushala apabila datang hujan yg menghalanginya utk pergi ke mesjid desa mengimami shalat. Usai shalat berjemaah yang diikuti warga desa, salah seorang di antara mereka bertanya; "Mana Malik bin Dukhsun?" Yang lain menjawab, "Dia itu munafik! Dia tdk suka kepada Allah dan Rasul-Nya." Maka bersabda Rasullah saw: "Jangan berkata begitu terhadapnya. Bukankah kalian telah menyaksikannya mengucapkan kalimah "La ila ha illallah" dgn ikhlas karena Allah?"


ANCAMAN BAGI YG MENINGGALKAN SHALAT JUM'AT!

Dari 'Abdullah bin 'Umar dan Abu Hurairah r.a., keduanya telah mendengar dari Rasulullah ketika sedang berkhutbah di atas mimbar, dengan sabdanya, "Hendaklah orang-orang yg suka meninggalkan shalat Jum'a menghentikan perbuatan mereka itu, ataukah mereka ingin Allah membutakan hati mereka, dan sesudah itu mereka betul betul menjadi orang yang lalai?" [Shahih Muslim; hadits No. 818]


Related Posts

  • KEUTAMAAN SHALAT TAHAJJUD (QIYAMULAIL) Puji dan syukur bagi Allah semata dan Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, baginda Nabi Muhammad Shalallaahu Alaihi Wassallam, juga kepada keluarga ahlul baitnya serta seluruh umat yang setia mengikuti… Read More
  • ISRA MIKRAJ DAN SEJARAH SHALAT 5 WAKTU سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَىالَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ [Subhaana alladzii asraa bi'abdihi laylan mina… Read More
  • JENIS MUSLIM MENURUT SHALATNYA Berikut adalah jenis-jenis Muslim berdasarkan perilaku ibadah shalatnya masing-masing. 1. Orang yang selalu Menjaga Shalatnya.  Yaitu dengan menunaikannya secara baik dan benar serta berjama’ah di masjid. Ia segera memenuhi panggi… Read More
  • TATA CARA SHALAT Shalat adalah ibadah yang terdiri dari kata-kata dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Rasulullah bersabda:  "Shalatlah sebagaimana kalian melihat saya shalat" (Al Bukhari)  Apabila seseorang he… Read More
  • TENTANG SUJUD SAHWI Segala puji bagi Allah Yang membaguskan susunan ciptaan-Nya, Yang menciptakan langit dan bumi, mengatur rezeki dan makanan, Yang menghidupkan dan mematikan, serta Yang memberi pahala atas perbuatan-perbuatan baik. Shalawat dan salam bagi junju… Read More

0 KOMENTAR:

Tulis Komentar