TANYALAH HATI NURANIMU

Rasulullah SAW bersabda; "Tanyakan pada hatimu sendiri! Kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, sedangkan dosa adalah sesuatu yang menimbulkan keraguan dalam jiwa dan rasa gundah dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya." [HR Imam Ahmad bin Hanbal]

MENGAPA AKU BELAJAR AL-QURAN?

Rasulullah SAW bersabda; "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya. - Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Quran itu pada hari Kiamat akan memberikan syafa’at kepada pembacanya" [HR. Bukhari - Muslim]

RAHASIA DI SEKITAR DUNIA IBUKU

Rasulullah SAW bersabda; "Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: masuklah engkau dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai." [HR Imam Ahmad bin Hanbal]

SUDAH BAIKKAH SHALATKU?

Rasulullah SAW bersabda: "Yang pertama kali akan dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, akan baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak akan rusak pula seluruh amal perbuatannya." [HR. At-Thabrani - Dari Anas RA]

AJARI KAMI ILMU YANG BAIK

Rasulullah SAW bersabda; "Mendidik anak lebih baik bagimu daripada setiap hari bersedekah satu sha - Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama daripada (pendidikan) akhlak yang baik." [HR. At-Tirmidzi Dari Jabir bin Samurah r.a dan Amr bin Sa’id bin Ash r.a]

Tampilkan postingan dengan label Iblis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iblis. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Juli 2010

PINTU-PINTU MASUKNYA SYAITAN



Di dalam Al-Qur`an, Allah mengatakan bahwa setan sangatlah kufur dan suka melawan. Kita juga belajar dari Al-Qur`an bahwa setan akan mendekati manusia dari setiap arah dan ia akan berusaha dengan segala cara untuk membawa manusia kepada kebejatan moral. Metode yang paling sering dilakukan setan dalam rencana jahatnya adalah menghalangi manusia dari melihat kebaikan dalam segala peristiwa yang menimpanya.

Imam Ibnul Qayyim menyebutkan empat macam pintu masuknya syetan untuk menjerumuskan manusia.

Empat pintu tersebut adalah; 
  1. lahazhat (pandangan mata), 
  2. khatharat (angan-angan),
  3. lafzhat (ucapan lisan), dan 
  4. khuthuwat (langkah kaki)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah telah menjelaskan betapa bahayanya jika kita meremehkan dan tidak waspada terhadap empat hal ini. Selain itu, beliau juga menjelaskan bagaimana cara untuk menjaga diri darinya agar seseorang selamat dari tipu daya dan gangguan syetan.

Di antaranya beliau mengatakan, "Karena sumber kemaksiatan itu dimulai dari pandangan, maka Allah subhanahu wata’ala mendahulukan perintah 'menundukkan pandangan' daripada perintah menjaga kemaluan. Karena berbagai kejadian buruk itu dimulai dari pandangan, sebagaimana api yang besar berasal dari percikan yang kecil. Maka dimulai dari pandangan, lalu menjadi angan-angan, lalu langkah kaki dan terakhir melakukan dosa. Berikut ini penjelasan ringkas tentang empat hal di atas, semoga bermanfaat.

1. Lahazhat (Pandangan Mata)
Yang dimaksudkan lahazhat adalah "mengikuti hawa nafsu" dan memberi kebebasan kepadanya. Padahal menjaganya adalah pangkal terjaganya kemaluan. Maka siapa yang dengan bebas melemparkan pandangan dan mengikuti hawa nafsunya, berarti dia telah menjerumuskan dirinya dalam kehancuran.

Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam telah mengingatkan kita, sebagaimana sabdanya, "Janganlah engkau ikuti pandangan dengan pandangan berikutnya, karena untukmu adalah padangan yang pertama, sedangkan selanjutnya bukan untukmu." (HR. Ahmad)

Beliau juga melarang duduk-duduk di pinggir jalan. Maka para shahabat bertanya, "Bagaimana jika kondisi mengharuskan untuk itu (duduk di pinggir jalan)?” Maka beliau menjawab, "Jika engkau memang harus melakukan itu, maka berikanlah hak jalan." Para shahabat bertanya, "Apakah hak jalan itu?” Beliau menjawab, "Menahan pandangan, tidak mengganggu orang dan menjawab salam." [Muttafaq 'alaih]

Pandangan adalah sumber berbagai bencana yang banyak menimpa manusia, karena pandangan akan melahirkan angan-angan, lalu angan-angan melahirkan pemikiran, pemikiran melahirkan syahwat, dan syahwat memunculkan keinginan, lalu keinginan itu makin menguat hingga menjadi azam (tekad), akhirnya terjadilah perbuatan, jika tidak ada yang menghalangi. Maka dikatakan bahwa bersabar untuk menahan pandangan lebih ringan dibanding bersabar menahan derita setelahnya.

Pandangan seperti anak panah yang meluncur terus dan tidak akan sampai pada sasaran sebelum orang yang memandang menyediakan tempat untuknya di dalam hati. Kemudian setelah itu pandangan tersebut menggoreskan luka dalam hati, lalu disusul lagi dengan luka yang lain sebagai tambahan atas luka yang sebelumnya. Akhirnya pedihnya luka pun tak dapat terhindarkan lagi karena pandangan yang terulang terus menerus tiada henti.

2. Khatharat (Angan-angan)
'Angan-angan' urusannya lebih sulit lagi, karena ia merupakan 'awal terjadinya' kebaikan atau keburukan. Dari angan-angan lahir keinginan dan kemauan serta azam (tekad).

Maka siapa yang memelihara angan-angannya berarti dia telah memegang kendali dirinya, telah menundukkan hawa nafsunya. Dan siapa yang dikalahkan oleh angan-angannya maka hawa nafsu akan mengendalikannya. Siapa yang meremehkan angan-angan, maka angan-angannya akan menggiring nya menuju kehancuran.Angan-angan seseorang berkisar pada empat hal pokok, yaitu; 
  • angan-angan yang memberikan manfaat keduniaan; 
  • angan-angan yang mendatangkan madharat keduniaan; 
  • angan-angan yang memberikan maslahat akhirat; 
  • angan-angan yang mendatang kan madharat akhirat. 

Maka hendaknya seseorang selalu melihat kepada apa yang dia angankan, dia pikirkan, dan dia inginkan lalu menimbangnya dengan empat hal di atas. Lalu memilih yang terbaik, mendahulukan mana yang terpenting, mengakhirkan yang kurang penting. 

Khayalan dan angan-angan kosong adalah sesuatu yang berbahaya bagi manusia, karena ia hanya akan melahirkan rasa lemah, malas, dan akhirnya sikap meremehkan dan tidak perhatian terhadap waktu lalu berujung pada kerugian dan penyesalan.Maka seorang yang berakal, angan-angannya berkisar pada hal-hal yang baik, penting dan perlu. Dan untuk itulah syariat datang. Karena kebaikan dunia dan akhirat tidak akan dicapai kecuali dengan mengikuti syariat itu. Pikiran dan angan-angan yang paling mulia adalah segala yang ditujukan untuk Allah subhanahu wata’ala dan negri akhirat, di antara contohnya adalah: 
  • Memikirkan ayat-ayat Allah subhanahu wata’ala dan berusaha memahaminya, sebab Allah subhanahu wata’ala menurunkan al-Qur'an bukan hanya sekedar untuk dibaca. 
  • Memikirkan ayat-ayat yang dapat kita saksikan (ayat kauniyah) dan mengambil pelajaran darinya. · Memikirkan pemberian Allah subhanahu wata’ala, kebaikan dan nikmat-nikmat-Nya yang beraneka ragam kepada segenap makhluk, keluasan rahmat Allah subhanahu wata’ala, kesantunan dan ampunan-Nya. 
  • Memikirkan kewajiban-kewajiban kita terhadap waktu, tugas-tugas yang harus ditunaikan dan mendata berbagai rencana kerja. Seorang yang bijak menjadi anak dari waktunya. Jika waktu disia-siakan maka hilanglah kebaikan, karena kebaikan itu dengan memanfaatkan waktu, kalau waktu sudah lewat maka tak mungkin untuk diraih kembali. 
3. Lafzhat (Ucapan Lisan)
Cara untuk memelihara ucapan adalah dengan menjaganya agar tidak berbicara yang sia-sia, tidak berbicara kecuali yang diharapkan memberi keuntungan dan manfaat dalam agama. Jika ingin berbicara maka hendaknya melihat, apakah ucapan itu memberi kan keuntungan dan faidah atau tidak? Jika tidak memberi keuntungan maka perlu ditinjau lagi.

Jika engkau ingin tahu apa yang ada dalam hati seseorang, maka perhatikanlah gerakan mulutnya, karena mulutnya akan memperlihatkan kepadamu apa yang ada di dalam hatinya.

Yahya bin Muadz berkata, "Hati itu ibarat periuk yang sedang mendidih, sedangkan lisan ibarat gayungnya. Maka perhatikanlah seseorang ketika berbicara, karena lisannya sedang menciduk untukmu apa yang ada dalam hatinya, manis atau pahit, tawar atau asin, dan lain sebagai nya. Dan cidukan lisannya akan menjelaskan kepadamu rasa hati orang itu.”

Dalam sebuah hadits marfu' dari Anas disebutkan,
"Tidak lurus keimanan seorang hamba sebelum lurus hatinya, dan tidak lurus hati seseorang sebelum lurus lisannya." [HR. Ahmad, dan ada penguatnya]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam ketika ditanya tentang sesuatu yang banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka, maka beliau menjawab, "Mulut dan kemaluan." [HR. at-Tirmidzi dan berkata hadits hasan shahih]

4. Khuthuwat (Langkah Kaki)
Langkah kaki, cara menjaganya adalah dengan tidak mengangkat telapak kaki, kecuali untuk sesuatu yang diharapkan pahala dan kebaikannya. Jika sekiranya langkah kaki tidak menambah pahala, maka duduk adalah lebih baik. Dan mungkin juga melangkah kepada hal yang mubah (boleh), namun diniatkan untuk qurbah (pendekatan diri) semata-mata karena Allah subhanahu wata’ala, maka langkah kaki akan dinilai sebagai qurbah.

Dalam hal ketergelinciran langkah kaki dan lisan, maka ada ayat yang menjelaskan bahwa antara keduanya ada saling keterkaitan, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْناً وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَاماً
“Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al-Furqan [25]:63)

Dalam ayat di atas, Allah subhanahu wata’ala mensifati ibadur Rahman di antaranya adalah istiqamah (lurus) dalam ucapan dan langkah kaki mereka. Sebagaimana juga Allah subhanahu wata’ala mengaitkan antara lahazhat (pandangan) dengan khatharat (angan-angan) dalam firman-Nya, 

يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al-Mu'min [40]:19).

Wallahu a’lam bish shawab.



Sumber: Madakhil asy-Syaithan li ighwa’ al-Insan, min kalam al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dengan memotong dan meringkas, Qism Ilmi Darul Wathan.

TAHAP-TAHAP PENYESATAN SYETAN



Syaithan adalah musuh sejati Bani Adam, maka hendaklah manusia berhati-hati serta waspada terhadap segala tipu daya yang mereka lancarkan untuk menyesatkan manusia. Di antara jurus dan tipu daya yang mereka lancarkan ialah melalui celah perbuatan dosa dan maksiat dengan berbagai tingkatannya.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah di dalam kitabnya Madaarijus Saalikin telah menjelaskan beberapa jurus dan tipu daya syaitan dalam menjerumuskan manusia. Berikut ini langkah-langkah syaitan dalam menyesatkan manusia: 

1. Kekufuran dan Kesyirikan
Yaitu ajakan syaitan kepada manusia agar kufur kepada Allah subhanahu wata’ala, keluar dari agama-Nya dan mengingkari sifat-sifat-Nya. Di antara bentuk kekufuran yang terkadang masih samar bagi kebanyakan manusia adalah ajakan berbuat kesyirikan.

Syirik merupakan ajakan dan tipu daya syaitan yang terbesar untuk menyesatkan manusia, karena syaitan menyadari dosa syirik tidak akan di ampuni oleh Allah subhanahu wata’ala.

Apabila syaitan itu menang dan mampu menggelincirkan manusia dalam langkah ini, maka permusuhan antara dia dengan manusia akan berkurang. Dia akan menjadikan bani Adam yang menyambut ajakan dan seruannya tersebut sebagai bala tentaranya (agen-agen syaitan), akan tetapi di hari Kiamat nanti syaitan akan berlepas diri dari tanggung jawabnya terhadap manusia.Allah subhanahu wata’ala berfirman;

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأَمْرُ إِنَّ اللّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلاَّ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلاَ تَلُومُونِي وَلُومُواْ أَنفُسَكُم مَّا أَنَاْ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ 
“Dan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, syaitan berkata, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada-mu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tiada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh sebab itu, janganlah kamu mencerca aku, akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamu pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu menjadikan aku sekutu (bagi Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya hamba-hamba yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 22)

Akan tetapi, jika manusia selamat dan tidak tertipu dengan tipu dayanya ini karena mendapatkan ilmu dan hidayah dari Allah subhanahu wata’ala, maka syaitan akan berusaha menempuh langkah berikutnya:

2. Berbuat Bid’ah
Apabila syetan gagal menyesatkan manusia dengan cara yang pertama, yakni kemusyrikan maka dia akan berusaha menyesatkan manusia dengan cara yang lain, yaitu melalui celah kebid'ahan. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim mengetahui perbedaan antara sunnah dengan bid'ah. Bujukan dan ajakan syaitan dalam langkah yang ke dua ini, bisa dengan cara meyakini sesuatu yang berlawanan dengan kebenaran yang dengan hal itu Allah subhanahu wata’ala telah mengutus para rasul-Nya dan menurunkan kitab-kitab-Nya, yaitu dengan cara membujuk manusia tersebut agar beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan cara-cara yang tidak diizinkan oleh-Nya.

Dalam hal ini Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata, “Bid'ah lebih disenangi oleh Iblis daripada perbuatan maksiat, karena pelaku maksiat biasanya bertaubat, sedangkan pelaku bid'ah tidak bertaubat.”

Apabila manusia itu selamat dari bujukan dan tipu daya yang ke dua ini dan dia mampu melawannya dengan cahaya Sunnah, berpegang teguh dengannya, mengikuti dan berjalan di atas manhaj salaf yaitu generasi terbaik dari ummat ini dari kalangan para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, maka syaitan akan menempuh langkah yang ke tiga.

3. Dosa Besar
Apabila syaitan merasa gagal menjerumuskan manusia lewat jalan kebid'ahan dalam agama, maka dia akan menempuh cara yang lain yaitu mengajak manusia untuk berbuat dosa besar. Syaitan sangat bernafsu untuk menjatuhkan seorang insan ke dalam dosa besar. Jika dia seorang alim yang menjadi panutan ummat, maka nantinya dosa yang dia perbuat tersebar di kalangan ummat, sehingga ummat akan lari dan tidak lagi mau mengambil ilmu darinya. [Tafsir Qayyim hal. 613]

Sahabat yang mulia Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Dosa besar adalah setiap dosa yang Allah tutup akhirnya dengan ancaman neraka, murka, laknat dan adzab-Nya.” [afsir Ath-Thabari 5/41]

Maka sudah semestinya setiap muslim untuk menjauhi dosa-dosa besar, agar selamat dari laknat Allah dan ancaman adzab-Nya. Perhatikanlah firman Allah subhanahu wata’ala berikut ini;

إِن تَجْتَنِبُواْ كَبَآئِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُم مُّدْخَلاً كَرِيماً
“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang untuk mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia(surga).” (QS. An-Nisa`[3]: 31)

Imam Adz-Dzahabi rahimahullah menuturkan, “Berdasarkan nash ini, Allah menjamin akan memberikan jaminan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar untuk memasukkannya ke dalam surga.” [Al-Kabaair tahqiq Sayyid Ibrahim, hal 13]

Orang mukmin yang melakukan dosa besar adalah orang mukmin yang keimanannya sedang menurun. Apabila dia meninggal dunia dalam keadaan tidak bertaubat dari dosanya, maka perkaranya dikembalikan kepada Allah subhanahu wata’ala. Jika Allah berkehendak mengadzabnya, maka Dia akan mengadzabnya sesuai dengan dosa yang dia perbuat, kemudian dimasukkan ke dalam surga. Jika Allah subhanahu wata’ala berkehendak mengampuni, maka Dia akan mengampuni dan tidak menyiksanya.Inilah langkah ke tiga yang ditempuh oleh syaitan, apabila dengan cara ini dia tidak mampu menjerumuskan manusia, maka syaitan itu akan mengambil langkah yang ke empat, yaitu melakukan dosa-dosa kecil.

4. Dosa Kecil 
Syaitan telah putus asa untuk menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar, maka dia akan membujuknya untuk melakukan dosa-dosa kecil yang apabila terkumpul pada diri manusia, maka dapat membinasa-kannya. [Tafsir Qayyim hal. 613]

Banyak sekali hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang memberikan peringatan akan bahaya dosa-dosa kecil. Diriwayatkan dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepadaku,

“Wahai 'Aisyah, waspadalah dari meremehkan amalan-amalan, karena ssungguhnya amalan itu akan dituntut pertanggungjawabannya di hadapan Allah kelak.” [HR. Abu Dawud, Darimi, Ibnu Hibban, Ahmad dan dishahihkan oleh Syekh Al-Albani]

Imam Ibnu Baththal rahimahullah berkata, “Dosa-dosa kecil apabila banyak dan dilakukan terus menerus bisa menjadi besar.” [Fathul Bari 11/337]

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Setan akan senantiasa membujuk manusia untuk melakukan dosa kecil hingga dia menganggap enteng dosa tersebut, maka orang berbuat dosa besar dengan rasa takut masih lebih baik ketimbang orang yang meremehkan dosa walaupun kecil.” [Tafsir Qayyim hal. 613]

Ibnu Mas'ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang mukmin hendaklah menyikapi dosanya bagaikan orang yang sedang duduk di bawah gunung besar yang nyaris menimpanya, sedangkan orang yang fajir melihat dosanya bagaikan lalat yang hinggap di hidungnya sekali kibas ia akan terbang.” [HR. Bukhari)

Bilal Bin Sa'id rahimahullah berkata, “Janganlah engkau melihat kecilnya dosa, tapi perhatikanlah kepada siapa engkau berbuat maksiat.” [At-Tahzir Minal Muharramat]

Wallahu 'alam Bishawwab.


Minggu, 25 Juli 2010

KESAKSIAN IBLIS DARI MUIDZ BIN JABAL




Di dalam Al-Qur`an, Allah mengatakan bahwa setan sangatlah kufur dan suka melawan. Kita juga belajar dari Al-Qur`an bahwa setan akan mendekati manusia dari setiap arah dan ia akan berusaha dengan segala cara untuk membawa manusia kepada kebejatan moral. Metode yang paling sering dilakukan setan dalam rencana jahatnya adalah menghalangi manusia dari melihat kebaikan dalam segala peristiwa yang menimpanya.

KESAKSIAN IBLIS 

Para pembaca rahimakumullah,
Mari kita ikuti kisah yang dituturkan oleh Shahabat Muidz bin Jabal berikut ini.

"Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”
Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu”.

Beliau melanjutkan, “Itu iblis, laknat Allah bersamanya”.
Umar bin Khattab berkata: “izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Namun Nabi SAW menahannya dan bersabda: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata:
"Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi"

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”,
Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT. Sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.

Nabi bersabda: “Siapa yang memaksamu? “
Iblis menjawab: “Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin”. “Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu.

"Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh”. 

Orang yang Dibenci Iblis 

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”
Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah.
“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”“Lalu siapa lagi?” 
“Orang Alim dan wara’ (Berhati-hati)”“Lalu siapa lagi?” 
“Orang yang selalu bersuci.”“Siapa lagi?”
“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain.”“Apa tanda kesabarannya?”
” Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang-orang yang sabar”.“Selanjutnya apa?”
“Orang kaya yang bersyukur”“Apa tanda kesyukurannya?” 
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
“Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?”
“Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar bin Khattab?”
“Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.”
“Usman bin Affan?” 
“Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali bin Abi Thalib?”
”Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali bin Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis 

“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?” 
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat.”
“Jika seorang umatku berpuasa?” 
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca Alquran?” 
“Aku merasa meleleh laksana timah di atas api.”
“Jika ia bersedekah?”
“Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu?” 
“Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu 
keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan ... segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.” 

Rasulullah melanjutkan pertanyaannya:
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?” 
“Suara kuda perang di jalan Allah.”“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?” 
“Taubat orang yang bertaubat.”“Apa yang dapat membakar hatimu?” 
“Istighfar di waktu siang dan malam.”“Apa yang dapat mencoreng wajahmu?” 
“Sedekah yang diam – diam.”“Apa yang dapat menusuk matamu?”
“Shalat fajar”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?” 
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?” 
“Majelis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?” 
“Dengan tangan kiri dan jariku.”“Dimanakah kau menaungi anak – anakmu di musim panas?” 
“Di bawah kuku manusia.” 

Manusia yang Menjadi Teman Iblis 

Nabi lalu bertanya:
“Siapa temanmu wahai Iblis?” 
“Pemakan riba”“Siapa sahabatmu?” 
“Pezina”“Siapa teman tidurmu?” 
“Pemabuk”
“Siapa tamumu?” 
“Pencuri”
“Siapa utusanmu?” 
“Tukang sihir”
“Apa yang membuatmu gembira?” 
“Bersumpah dengan cerai”
“Siapa kekasihmu?” 
“Orang yang meninggalkan salat Jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?” 
“Orang yang meninggalkan salatnya dengan sengaja”

Iblis Tidak Berdaya di Hadapan Orang Ikhlas 

Rasulullah SAW lalu bersabda:
“Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.”
Iblis segera menimpali: ”Tidak, tidak!". Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir! Bagaimana Anda bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku? Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua, baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas!” 
"Siapa orang yang ikhlas menurutmu?” 
"Tidakkah Anda tahu wahai Muhammad, bahwa barangsiapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. 
Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.” 

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak-anaknya 

"Tahukah Anda wahai Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan? Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebagian untuk mengganggu orang-orang tua, sebagian untuk mengganggu wanta-wanita tua, sebagian anak-anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid. "Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada salat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu salat berjamaah. Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus. Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus. Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya. Syaithan juga berkata, “keluarkan tanganmu”, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka. Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa." 

Tahukah Anda, wahai Muhammad, bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur. 

Cara Iblis Menggoda 

"Tahukah engkau wahai Muhammad, dusta berasal dari diriku? Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku". 

"Tahukah kau Muhammad, Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku. Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, "Cerai!" 

"Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur salat. Setiap ia hendak berdiri untuk salat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan salat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia salat. Namun aku bisikkan ke telinganya ‘lihat kiri dan kananmu’, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan ‘salatmu tidak sah’. 

"Bukankah Anda tahu wahai Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam salatnya akan dipukul? 
Jika ia salat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Ia pun salat seperti ayam yang mematuk beras. 
Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia salat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam." 

"Anda tahu bahwa melakukan itu batal salatnya dan wajahnya akan diubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam salat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.  Dan ia pun semakin taat padaku." Kebahagiaan apa untukmu, sedangan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan salat. Aku katakan padanya: “kamu tidak wajib salat, salat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau salat.” Ia pun mati dalam kekafiran. 
Jika ia mati sambil meninggalkan salat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan." 

"Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu". 
"Wahai Muhammad!, apakah kau akan bergembira dengan umatmu..., padahal aku mengeluarkan seperenam (1/6) mereka dari Islam?” 

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

“Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“Apa sajakah itu?” 
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan."

Allah berfirman, 
وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُوراً
“Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.” (QS Al-Isra :64) 

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah.  Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku. Aku minta agar Allah memberikanku saudara, maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku". 

Allah berfirman,
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ 
“Orang – orang boros adalah saudara – saudara syaithan. ” (QS Al-Isra [17] : 27) 

"Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “silahkan”, aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat". 

Iblis berkata lagi: “Wahai Muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda. Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya. 

Rasulullah SAW lalu membaca ayat: 
وَلاَ يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَإِلاَّ مَن رَّحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ
“mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud :[11]118 – 119).

Juga membaca, 
اللَّهِ قَدَراً مَّقْدُوراً
” Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (QS Al-Ahzab [33]: 38)

Iblis lalu berkata: ” Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. "Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk-mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong.”


[Dari: The-secrets-kesaksian-iblis-dari-muadz-bin-jabal-dari-ibn-abbas - Dengan CATATAN dari Mas Nur Ibnu Al Minhadi dalam kolom komentar di bawah ini]

Sabtu, 29 Mei 2010

SURAT DARI IBLIS UNTUK SAYA



Hallo, kawan!
Sungguh aku telah melihatmu kemarin. Engkau memulai kehidupan seharian. Engkau bangun tidur untuk pergi bekerja tanpa memikirkan shalat fajar apalagi shalat shubuh!

Di kantor, engkau tidak perduli sama sekali tentang aturan halal haram, sebagaimana yang di lakukan rekan-rekanmu.

Saat engkau pulang ke rumah, engkau masuki rumahmu tanpa mengucapkan salam, kemudian engkau pun menyantap makananmu tanpa menyebut nama Allah Sang Pemberi rizki kepadamu sehingga aku dan para setan pengikutku, bisa ikut berpesta bersamamu.

Juga tidak ada waktumu untuk sholat Magrib dan sholat Isya’ sebelum tidur, meskipun kamu sempat menonton tayangan TV kesukaanmu sampai engkau tertidur pulas.


Engkau adalah seorang pengingkar nikmat dan penentang sang pemberi nikmat. Aku sangat mencintaimu karena sikapmu itu. Kelakuanmu adalah salah satu dari sifatku. Aku sangat bahagia melihatmu hidup seperti itu. Engkau adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirimu.

Ingatlah, tahun-tahun telah berlalu, tahun berganti tahun, dan di antara kita ada hubungan intim selama puluhan tahun itu. Suatu persahabatan yang sangat panjang!


Meskipun demikian, aku tetap tidak mencintaimu.
Aku membencimu dengan segenap hatiku, dan memusuhimu dengan segenap raga dan jiwaku.

Allah telah mengusir dan mengeluarkanku dari surga setelah aku berpaling dari nikmat-Nya, dan menolak sujud kepada bapakmu, Adam! Bahkan DIA telah melaknatiku sampai dunia kiamat!

Aku akan berusaha terus untuk menyesatkanmu serta orang-orang sepertimu, dengan segenap kemampuanku agar engkau sengsara bersamaku.

Terus terang, engkau adalah orang yang sangat bodoh. Engkau tidak menggunakan akal serta nuranimu dalam memahami hakekat hidup ini.

Betapa tidak? Allah Yang Maha Pengampun telah membuka pintu syurga dan pintu taubat dari dosa untukmu. Akan tetapi engkau justru menghadap kepadaku. Engkau mengharap janjiku, yang sesungguhnya hanyalah angan-angan kosong belaka, dan kelak pasti akan menghantarkanmu ke neraka!

Bukankah Tuhanmu selalu mengingatkanmu bahwa aku adalah musuhmu yang nyata?
Bukankah Rasulmu telah mengajarkan bagaimana cara menghadapi bujukan serta tipu dayaku? Mengapa engkau tidak mendengarkan petunjuk wahyu serta tuntunan dari Rasulmu?

Untuk semua itu, sekali lagi kuucapkan terima kasih wahai kekasihku!

Sungguh aku telah bersumpah kepada Allah untuk menyesatkan seluruh anak keturunan Adam, orang-orang sepertimu, dan aku ingin sekali melaksanakan keinginanku itu. Agar aku yakin bahwa engkau mentaati perintah-perintahku.

Itulah dia, hari-hari yang telah berlalu.

Engkau beristighatsah, meminta pertolongan kepada ahli kubur, kepada dukun lepus bahkan engkau pun memuja tempat-tempat yang di anggap keramat oleh orang-orang yang telah menjadi pengikutku.

Engkau tidak mau berziarah ke tanah suci, sebaliknya engkau berziarah ke gunung kawi, gunung kemukus dan tempat-tempat sejenisnya. Tempat-tempat para ponggawaku dari jenis jin, dedemit, dan setan menyesatkan orang-orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya!

Engkau menyandarkan diri sekaligus menyanderakan dirimu kepada mereka saat terkena musibah atau menginginkan sesuatu hajatmu dan tanpa kau sadari engkau telah syirik kepada Tuhanmu!

Engkau suka mengerjakan yang bid’ah dan menyelisihi Nabimu serta mengingkari perintah-perintahnya karena engkau tidak cukup puas dengan as-sunnah!

Engkau berkelompok-kelompok (hizbiyyah ashabiyyah), dengan sebuah anggapan bahwa engkau telah membela Islam dan memperjuangkannya. Padahal kenyataannya, engkau melayaniku dengan membantuku menjauhkan manusia dari berpegang teguh dengan manhaj salafmu.

Engkau mendengarkan nyanyian-nyanyian,
Engkau melihat film-film yang haram,
Engkau kerjakan perbuatan-perbuatan keji dan hal-hal yang diharamkan agama,
Engkau melaknat manusia, mencuri, korupsi, menipu, berkhianat dan lain sebagainya.

Engkau menghardik anak yatim serta tidak mau memberi makan orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan pertolonganmu, dan karenanya, engkau pantas disebut sebagai Pendusta agama!
Terima kasih sahabat, atas semuanya.
Sungguh engkau telah sangat membahagiakanku.
Karena dengan entengnya engkau telah membuat murka Allah!
Maka marilah kita sahabat. Mari terbakar bersama-sama di jurang neraka!

Wahai sahabat, di hadapan kita masih banyak langkah untuk kita berdua. Aku tertawa mengejekmu, saat melihatmu melakukan maksiat dengan disertai tertawaan yang memenuhi tempat tersebut, seakan-akan engkau menantang keagungan Allah!

Aku menginginkanmu wahai kekasihku, agar engkau menyebarkan kerusakan diantara sesamamu. Doronglah mereka melakukan perbuatan maksiat dan dosa! Tuntunlah mereka, agar bermaksiat kepada Allah dengan segenap cara yang kau mampu. Sebarkanlah di antara mereka film-film dan nyanyian-nyanyian, serta berbagai permainan!

Setiap kali engkau melihat seseorang beribadah kepada Allah, jangan lupa memperolok serta menghina mereka. Mencemooh penampilannya, hingga engkau membuatku tertawa senang.

Maaf sahabat, aku masih ada urusan. Aku akan meninggalkanmu sejenak, untuk menyemangati orang-orang lain sepertimu. Cukuplah bagimu pasukanku setan-setan bangsa jin, dan kelak aku akan kembali melanjutkan kerjasama kita, memikirkan langkah baru bagi maksiat baru!

Seandainya engkau cerdas, tentu engkau akan lari dariku. Kemudian engkau memohon ampunan kepada Allah di tahun-tahun akhir dari usiamu yang tinggal sedikit ini, hingga engkau mendapatkan pahala serta kenikmatan iman, sebelum ridha Allah SWT yang abadi di dalam syurga. Daripada engkau kelak akan dilemparkan ke jurang neraka yang terdalam bersamaku, abadi selamanya!

Akan tetapi aku yakin, bahwa engkau lebih mencintaiku daripada kecintaanmu kepada Allah dan kepada Rasul-Nya!

Aku tetap yakin, bahwasanya engkau lebih mendahulukan hawa nafsumu daripada ketaatan kepada Allah dan janji syurga yang masih jauh katamu.

Sungguh! Engkau adalah sahabatku yang terkasih!


Yang menyesatkanmu,
dan YANG TERKUTUK, 
Iblis


[Ditulis oleh Mamduh Farhan al-Bukhairi, diambil dari Majalah Qiblatain edisi 01]

Jumat, 14 Mei 2010

SYAITAN DAN KESADARAN MANUSIA



Di dalam Al-Qur`an, Allah mengatakan bahwa syaitan sangatlah kufur dan suka melawan. Kita juga belajar dari Al-Qur`an bahwa syaitan akan mendekati manusia dari setiap arah dan ia akan berusaha dengan segala cara untuk membawa manusia kepada kebejatan moral. Metode yang paling sering dilakukan syaitan dalam rencana jahatnya adalah menghalangi manusia dari melihat kebaikan dalam segala peristiwa yang menimpanya.

Dengan cara demikian, ia juga berusaha untuk menyesatkan manusia kepada pemberontakan dan kekufuran. Orang yang tidak mampu memahami keindahan akhlaq Al-Qur`an akan jauh dari ajaran Islam dan mereka yang menghabiskan hidup mereka untuk mengejar kesia-siaan dan melupakan akhirat akan mudah jatuh ke dalam perangkap syaitan.

Syaitan menyerang kelemahan manusia dan membisikkan tipu daya yang menyenangkan kepada manusia. Ia memanggilnya untuk melawan Allah dan takdir-Nya. Sebagai contoh, seorang mungkin tidak akan merasa kesulitan untuk melihat bahwa tetangganya terkena musibah karena itu adalah bagian dari takdirnya. Namun, dia mungkin tidak bersikap demikian saat ia atau keluarganya tertimpa musibah yang sama. Karena hasutan setan, ia lebih mudah melawan kepada Allah.

Seseorang harus melatih kesabarannya supaya ia dapat berusaha melihat kebaikan dalam semua peristiwa, untuk menunjukkan ketundukan dan kepercayaannya kepada Allah. Ketidakmampuan untuk melatih kesadaran seseorang hanya akan membawa kepada sikap yang salah.

Usaha syaitan untuuk menghalangi manusia untuk melihat kebaikan dengan perbuatan mereka sendiri. Sebagai contoh, syaitan berusaha untuk meletakkan rasa takut di dalam hati seseorang yang ingin memanfaatkan kekayaannya karena Allah. Godaan syaitan ini disebutkan di dalam ayat berikut,

“Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al-Baqarah: 268)

Bagaimanapun juga, semua perasaan itu adalah sia-sia. Rencana rahasia syaitan ini tidak dapat mempengaruhi orang-orang beriman, karena tujuan mereka dalam menggunakan kekayaannya bukanlah untuk mendapatkan keuntungan dunia ataupun kesenangannya sendiri. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan keridhaan Allah, rahmat, dan jannah-Nya. Karena itulah, syaitan tidak dapat menipu orang-orang beriman dengan bisikan yang sia-sia. Dalam ayat berikut dinyatakan bahwa syaitan tidak dapat mempengaruhi orang-orang beriman,

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya, orang-orang yang bertaqwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (Al-A’raaf: 200-201)

Dari hal-hal tersebut di atas, kita harus memahami bahwa syaitan memakai dua cara untuk menghalangi manusia dari perbuatan baik. Pertama-tama, ia berusaha menghalangi kebaikan dan perbuatan yang bermanfaat, dan menyodorkan kesenangan dunia sebagai tujuan hidup satu-satunya. Kemudian, ia bersungguh-sungguh menghalangi manusia dari melihat kebaikan dan maksud yang terkandung di balik setiap peristiwa.

Bagaimanapun juga, begitu banyak keberkahan yang diberikan cuma-cuma kepada seseorang hingga ia tidak akan bisa menghitungnya. Sejak lahir, manusia dianugerahi keberkahan yang tak terhitung dari Tuhannya, anugerah yang tidak ada henti sepanjang hidupnya. Itulah mengapa, orang beriman yang menjadikan Tuhan mereka sebagai satu-satunya kawan dan pelindung mereka akan memberikan rasa percaya mereka sepenuhnya kepada Allah.

Ketika sesuatu terjadi tidak sesuai keinginan, mereka sadar bahwa ada kebaikan di dalamnya. Mereka bersabar bahkan sekalipun saat mereka tidak bisa langsung menemukan maksud Ilahiah di balik kejadian tersebut. Seperti yang dikatakan Nabi saw., “Mintalah pertolongan Allah dari kesulitan akan malapetaka yang hebat.” (Bukhari). Tak peduli apa pun yang terjadi pada mereka, orang-orang beriman tidak pernah memberontak atau bahkan mengeluh. Mereka selalu mengingat bahwa kejadian yang berlawanan dengan keinginan mereka itu akan menjadi keberkahan bagi mereka. Dan dengan kehendak Allah, kesulitan tersebut pada akhirnya terbukti menjadi tolak ukur utama dalam kehidupan mereka dan membawa kepada keselamata abadi. 



Dari salah satu artikel: Harun Yahya